Cherreads

Chapter 679 - Rapat Galaksi

Di pusat galaksi Bima Sakti. Di sekitar Sagittarius A*. Wilayah yang menjadi jantung peradaban galaksi. Tempat di mana jalur perdagangan terbesar bertemu. Tempat berbagai bangsa mengirim perwakilan mereka. Dan tempat kekuasaan tertinggi berdiri.

Di sana terdapat sebuah planet megah yang terlihat seperti permata di tengah lautan bintang. Urco Tastarius. Planet utama Kekaisaran Galaksi. Dunia yang selama ribuan tahun menjadi pusat pemerintahan.

Mengelilingi planet tersebut adalah armada-armada pertahanan dalam jumlah luar biasa. Ribuan kapal perang berjaga di orbit. Benteng-benteng orbital berukuran raksasa mengawasi setiap jalur masuk. Sementara satelit pertahanan memenuhi ruang angkasa di sekitarnya. Banyak orang menyebutnya benteng yang mustahil ditembus. Dan mungkin mereka benar.

---

Di pusat planet —

Berdiri Istana Urco Tastarius. Bangunan raksasa yang menjulang tinggi hingga menembus awan. Pilar-pilar putih keemasan menghiasi setiap sudutnya. Kubahnya memantulkan cahaya bintang pusat galaksi.

Dan di dalam aula utamanya — berdiri singgasana yang menjadi simbol kekuasaan terbesar di galaksi.

Di atas singgasana itu duduk seorang pria berzirah emas. Tatapannya tenang. Kehadirannya sendiri sudah cukup membuat ruangan terasa berat. Oreons Galactive. Kaisar Galaksi. Pria yang selama puluhan tahun menjaga keseimbangan kekaisaran.

Di samping singgasananya berdiri seorang gadis berambut panjang berwarna perak kebiruan. Pakaiannya sederhana dibandingkan para bangsawan. Namun tidak seorang pun di istana berani meremehkannya. Yllarxa.

Meski status resminya hanyalah pelayan — hampir semua orang tahu bahwa hubungannya dengan Oreons jauh berbeda. Mereka telah bersama selama bertahun-tahun. Melalui masa damai. Melalui perang. Melalui berbagai krisis galaksi. Dan karena itu — Oreons tidak pernah memperlakukannya sekadar sebagai pelayan.

Yllarxa berdiri tenang di sampingnya. Sesekali memperhatikan dokumen yang terus berdatangan.

---

Hari ini — situasi galaksi sedang berada dalam keadaan yang buruk.

Di ruang rapat utama. Puluhan layar holografik memenuhi udara. Menampilkan berbagai wilayah galaksi. Laporan korban. Pergerakan armada. Dan konflik yang terus membesar. Suasana ruangan terasa tegang. Hampir seluruh wilayah galaksi sedang berada dalam kekacauan.

Di antara semua laporan itu — ada tiga nama yang terus muncul. Ursa Major. Aquila. Scorpio. Tiga wilayah. Tiga medan perang. Dan tiga ancaman terbesar saat ini.

Beberapa petinggi kekaisaran saling bertukar pandangan. Mereka memahami satu kenyataan. Jika salah satu konflik itu berkembang lebih jauh — maka dampaknya dapat menyebar ke seluruh galaksi.

Oreons memperhatikan laporan tersebut tanpa banyak bicara. Wajahnya sulit dibaca seperti biasa. Namun Yllarxa yang telah mengenalnya selama bertahun-tahun dapat melihat perubahan kecil dalam sorot matanya. Ia sedang memikirkan sesuatu.

"Kekhawatiran Yang Mulia bertambah lagi," ucap Yllarxa pelan.

Oreons menoleh sebentar. "Hanya sedikit," jawabnya.

Yllarxa tahu itu bukan jawaban yang jujur. Ia tidak memaksanya menjelaskan. Terkadang seorang kaisar juga membutuhkan waktu untuk berpikir.

---

Di sisi lain ruang rapat —

Duduk sosok yang bahkan membuat para jenderal kekaisaran menjaga sikap mereka. Kepala singa dengan rambutnya yang berwarna emas. Matanya memancarkan kewibawaan alami. Dan simbol singa bersinar samar di jubahnya. Leo. Pemimpin Sacred Zodiac.

Makhluk yang dihormati oleh para Zodiac lainnya. Sekaligus satu-satunya yang mampu mengumpulkan mereka dalam satu tempat tanpa terjadi perkelahian besar. Setidaknya — biasanya begitu.

Leo menatap laporan mengenai Ursa Major. Lalu Aquila. Kemudian Scorpio. Semakin lama ia membaca — semakin besar rasa pusing yang muncul. Ia bahkan mengusap pelipisnya. Sebuah pemandangan yang jarang terjadi.

Karena masalahnya bukan perang. Bukan armada. Bukan politik. Masalahnya adalah para Zodiac.

"Kalau aku mengirim lebih banyak Zodiac..." gumam Leo. "...situasinya bisa memburuk."

Beberapa orang di ruangan langsung mengangguk. Mereka memahami maksudnya. Para Zodiac memang kuat. Namun mereka juga terkenal keras kepala. Masing-masing memiliki keyakinan sendiri. Pandangan sendiri. Dan cara sendiri dalam menyelesaikan masalah. Bahkan sesama Zodiac sering kali berdebat. Dan dalam beberapa kasus — perdebatan itu berubah menjadi pertarungan sungguhan.

Leo menghela napas panjang. Sebagai pemimpin mereka — ia sangat memahami sifat itu.

"Taurus dan Capricorn hampir bertarung," katanya. "Itu saja sudah cukup membuat satu konstelasi panik."

Beberapa petinggi kekaisaran dan penguasa galaksi langsung terdiam. Jika dua Sacred Zodiac bertarung tanpa batas — kehancuran sebuah wilayah bukanlah hal yang mustahil.

---

Oreons melipat kedua tangannya. "Lalu apa pendapatmu?" tanyanya.

Leo menatap peta galaksi yang melayang di tengah ruangan. Beberapa detik berlalu sebelum ia menjawab.

"Aku tidak ingin menambah masalah," katanya jujur. "Galaksi sudah cukup kacau. Jika aku memerintahkan lebih banyak Zodiac turun tangan — mungkin kita akan menghadapi konflik yang lebih besar."

Keheningan menyelimuti ruangan. Semua orang tahu ia benar. Kadang kekuatan yang terlalu besar justru menciptakan masalah baru.

---

Yllarxa memperhatikan seluruh diskusi itu. Lalu pandangannya beralih ke jendela besar aula. Di luar sana. Pusat galaksi tetap bersinar indah. Seolah tidak peduli dengan perang yang sedang berlangsung.

Jauh di lubuk hatinya — ia memiliki firasat yang tidak nyaman. Semakin banyak laporan yang datang. Semakin banyak anomali yang muncul. Dan semakin banyak energi kuno yang terdeteksi.

Seolah ada sesuatu yang sedang bergerak di balik semua konflik ini. Sesuatu yang belum diketahui siapa pun. Sesuatu yang mungkin jauh lebih berbahaya daripada perang itu sendiri.

Sementara di aula rapat, para pemimpin galaksi terus mencari jawaban.

More Chapters