Cherreads

Chapter 696 - Tiga Zodiac

Ruang rapat galaksi masih berlangsung. Berbagai laporan terus dibahas. Mulai dari kondisi perbatasan kekaisaran, aktivitas para perompak angkasa, hingga misteri yang masih menyelimuti Konstelasi Scorpio. Suasana relatif tenang.

Setidaknya sampai —

*GROOOOOOMMMM!! *

Seluruh istana mendadak bergetar hebat. Meja-meja bergetar. Lampu holografik berkedip. Beberapa petinggi langsung berdiri dari kursinya.

"Ada serangan?!" "Aktifkan pertahanan istana!" "Siapkan armada!"

Para pengawal kekaisaran segera bersiaga. Senjata energi mereka langsung aktif.

Sebelum kepanikan menyebar lebih jauh — laporan dari luar masuk.

"Tenang!" teriak seorang operator. "Itu bukan serangan!"

Semua orang menoleh. "Bukan serangan?"

Operator itu menelan ludah. Lalu menjawab dengan wajah aneh. "Itu... Taurus dan Capricorn."

Suasana mendadak hening. Oreons bahkan tidak terlihat terkejut.

---

Di luar istana —

Dua sosok raksasa berdiri. Ukuran mereka begitu besar hingga sebagian tubuh mereka bahkan tidak sepenuhnya tertangkap oleh sensor visual istana. Taurus. Dan Capricorn.

Karena ukuran tubuh mereka yang luar biasa — Istana Urco Tastarius yang megah dan luas itu tampak seperti bangunan kecil di mata mereka. Setiap langkah sederhana yang mereka lakukan cukup untuk menciptakan getaran yang terasa hingga ke dalam aula rapat.

"Setidaknya mereka tidak sedang bertarung," gumam salah satu petinggi.

"Itu sudah cukup membuatku lega," jawab yang lain.

---

Tidak lama kemudian. Pintu aula terbuka. Seorang gadis berambut panjang memasuki ruangan. Virgo. Berbeda dengan Taurus dan Capricorn. Tubuhnya masih menyerupai manusia biasa. Karena itulah hanya dirinya yang dapat memasuki istana dengan normal.

Saat memasuki aula. Banyak tatapan langsung mengarah kepadanya. Namun Virgo sama sekali tidak terlihat gugup. Ia berjalan lurus. Melewati para petinggi. Melewati para jenderal. Bahkan melewati singgasana Oreons.

Dan tanpa memberi hormat kepada Kaisar. Virgo justru berhenti di depan Leo. Kemudian menundukkan kepala.

"Leo," ucapnya hormat.

Oreons hanya mengangkat sebelah alis. Namun tidak marah. Semua orang di ruangan itu tahu. Sacred Zodiac memiliki aturan mereka sendiri. Dan kesetiaan mereka tidak berada pada kekaisaran. Melainkan pada Leo.

---

Leo menghela napas panjang. Melihat Virgo saja sudah cukup membuatnya memahami apa yang sedang terjadi.

"Bagaimana keadaan Taurus?" tanyanya.

Virgo langsung menjawab. "Masih baik." Kemudian ia berpikir sejenak. "Setidaknya dia baik-baik saja."

Leo memijat pelipisnya. Jawaban itu tidak membuatnya tenang sama sekali. Ia mengenal Taurus lebih baik daripada siapa pun. Taurus bukan Zodiac yang jahat. Bukan pula Zodiac yang suka mencari masalah. Namun ketika amarahnya benar-benar meledak — bahkan bencana galaksi bisa terjadi.

Dan itulah alasan mengapa Leo selalu memasangkan Virgo dengannya. Virgo mungkin bukan petarung terkuat. Bukan pula Zodiac paling menakutkan. Tapi ia memiliki satu kemampuan yang tidak dimiliki siapa pun. Ia bisa menenangkan Taurus.

Entah bagaimana caranya. Ketika Zodiac lain gagal menghentikan amarah Taurus — Virgo masih mampu membuat raksasa itu berpikir jernih. Dan bagi Leo. Kemampuan itu jauh lebih berharga daripada kekuatan penghancur apa pun.

"Terus awasi dia," ucap Leo.

Virgo mengangguk cepat. "Tentu. Lagipula aku tidak akan membiarkannya sendirian."

Leo kembali menghela napas. Setidaknya untuk urusan Taurus — ia masih bisa sedikit tenang.

---

Kemudian pikirannya beralih pada satu Zodiac lain. Capricorn.

Leo menoleh ke arah jendela raksasa aula. Seolah dapat melihat sosok Zodiac itu yang masih berada di luar bersama Taurus. Dan justru itulah yang membuatnya bingung.

Berbeda dengan Taurus. Ia tidak pernah memanggil Capricorn ke Ursa Major. Tidak pernah memberinya misi ke sana. Tidak pernah memerintahkannya untuk ikut campur dalam perang tersebut.

Namun Capricorn tetap datang. Bahkan terlibat langsung. Dan pada akhirnya mengikuti Taurus serta Virgo hingga tiba di Urco Tastarius.

"Sungguh aneh," gumam Leo.

Virgo memiringkan kepala. "Aneh?"

Leo mengangguk pelan. "Capricorn biasanya sangat patuh terhadap tugasnya. Itulah sebabnya aku heran."

Virgo berpikir beberapa saat. Lalu tersenyum kecil. "Mungkin dia bosan."

Beberapa petinggi yang mendengar itu hampir tersedak. Capricorn. Bosan. Dua hal yang terdengar tidak cocok jika digabungkan.

Leo menatap Virgo tanpa berkata apa-apa selama beberapa detik. Lalu kembali menghela napas. "Aku rasa bukan itu alasannya."

---

Di luar aula. Taurus masih berdiri diam. Sementara Capricorn memperhatikan langit galaksi yang luas. Tak seorang pun benar-benar mengetahui apa yang dipikirkannya.

Namun Leo memiliki firasat. Capricorn tidak datang ke Ursa Major tanpa alasan. Dan entah mengapa — ia merasa alasan itu mungkin berkaitan dengan sesuatu yang jauh lebih besar daripada perang yang baru saja berakhir.

More Chapters