Di dekat permukaan Antares. Ginga Stars akhirnya memulai sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Menyerap energi sebuah bintang.
Cincin-cincin mekanis di sekitar tubuh mecha raksasa itu terus berputar. Semburan cahaya merah keemasan mengalir dari Antares menuju inti Ginga Stars.
Awalnya proses itu berjalan lancar. Namun hanya beberapa menit kemudian — seluruh sistem mulai berteriak melalui alarm.
*WEEEEEEEEEE— WEEEEEEEEEE— WEEEEEEEEEE— *
*PERINGATAN! KAPASITAS ENERGI MELAMPAUI BATAS NORMAL! PERINGATAN! SUHU INTI MENINGKAT DRASTIS! PERINGATAN! RISIKO KERUSAKAN STRUKTURAL! *
Di dalam kokpit. Proxi R-10 bergerak cepat dari satu panel ke panel lainnya. Data terus berubah. Dan semakin lama. Situasinya justru semakin buruk.
"Kapasitas energi meningkat dua ratus persen. Tiga ratus persen. Empat ratus persen."
Suara mekanis Proxi tetap tenang. Robot itu sedang berada dalam tekanan besar. Masalahnya bukan kekurangan energi. Justru sebaliknya. Energi Antares terlalu banyak. Terlalu besar. Terlalu panas. Dan Ginga Stars mulai kesulitan menahannya.
Lapisan luar mecha berubah merah menyala. Beberapa bagian bahkan tampak seperti logam yang hampir meleleh. Antares bukan reaktor biasa. Ia adalah bintang raksasa. Salah satu objek paling mengerikan di konstelasi Scorpio.
"Proxi!" teriak Arabels. "Kalau begini terus, Ginga Stars akan hancur!"
"Saya tahu itu," jawab Proxi. "Katakan sesuatu yang belum kuketahui."
Arabels langsung mengeram kesal. Meski begitu. Matanya tetap mengamati data. Dan tiba-tiba ia menyadari sesuatu.
"Tunggu."
Proxi menoleh. "Apa anda ada ide?"
Arabels mengangguk cepat. "Kapasitas energi terlalu besar karena ukuran Ginga Stars tidak cukup untuk menampungnya. Kalau begitu —" Matanya membesar. "— kita perbesar tubuhnya."
Proxi terdiam selama beberapa detik. Lalu kedua matanya berkedip cepat. Memproses kemungkinan tersebut. "Analisis... Analisis... Analisis selesai." Kemudian ia menoleh. "Itu ide yang masuk akal."
Arabels langsung bergerak menuju panel tambahan. Tangannya menyentuh layar holografik. Sistem Ginga Stars mulai aktif. Mode yang digunakan. Mode Pembesaran Struktur. Sebuah teknologi yang dirancang untuk memperluas kerangka mecha dalam kondisi ekstrem. Biasanya digunakan saat menghadapi objek kosmik berukuran raksasa. Kali ini. Mereka menggunakannya demi bertahan hidup.
"Mode Pembesaran aktif!" teriak Arabels.
*BOOOOOOM!! *
Seluruh tubuh Ginga Stars bergetar. Panel-panel logam mulai bergerak. Lapisan armor bergeser. Kerangka internal memanjang. Tubuh mecha raksasa itu perlahan bertambah besar. Dan semakin besar. Dan semakin besar. Sementara aliran energi Antares terus masuk tanpa henti.
---
Di luar —
Antares tampak seperti lautan api tanpa akhir. Dan di hadapannya. Ginga Stars berubah menjadi raksasa yang terus berkembang. Ukurannya kini jauh lebih besar dibanding sebelumnya.
Itu masih belum cukup. Karena energi Antares terus mengalir. Dan terus bertambah.
---
Di dalam kokpit —
Proxi kembali fokus. "Stabilitas meningkat. Kapasitas penyimpanan bertambah. Melanjutkan penyerapan energi."
Sistem kembali aktif. Energi merah keemasan mengalir menuju inti Ginga Stars. Dan kali ini. Mecha itu mampu menahannya lebih baik.
Meski begitu. Proxi tidak merasa tenang. Setiap kali ia melihat data Antares — hasilnya selalu sama. Sangat besar. Hawanya sangat panas. Dan terlalu mustahil.
"Bintang ini benar-benar gila..." gumamnya. Tatapannya kembali tertuju pada layar utama. Persentase energi terus meningkat. 10%. 20%. 30%. Angka itu bukan energi Antares. Melainkan kapasitas maksimum baru Ginga Stars. Dan angka tersebut masih terus bertambah.
---
Di luar —
Tubuh Ginga Stars kembali membesar. Aura merah keemasan mulai menyelimuti seluruh tubuhnya. Ruang di sekitar mecha bergetar akibat tekanan energi yang sangat besar. Seolah sebuah bintang kedua perlahan sedang lahir di dekat Antares.
Arabels menatap pemandangan itu dengan kagum. Lalu teringat Storm. Ia menggenggam tangannya erat.
"Bertahanlah sedikit lagi..." gumamnya. "Kami akan segera kembali."
Setiap detik yang berlalu — Ginga Stars semakin mendekati kondisi yang mereka butuhkan.
