Cherreads

Chapter 750 - Gugurnya Sang Penjaga

Langit Aquila mendadak sunyi. Tidak ada lagi dentuman senjata. Tidak ada lagi benturan kekuatan yang mengguncang angkasa. Hanya keheningan.

Di tengah ruang hampa itu... Tubuh Asgard melayang tanpa bergerak. Pedang raksasa Thraxor telah menebasnya dengan satu serangan yang menentukan. Armor yang selama bertahun-tahun menjadi simbol harapan Aquila akhirnya tak mampu lagi menahannya. Tubuh Asgard terbelah, lalu perlahan jatuh menuju kehampaan kosmik.

Semua orang hanya bisa terpaku. Seleneva membeku. Tangannya gemetar. Matanya menatap sosok yang selama ini menjadi pelindung Aquila. "Tidak mungkin..." ucapnya lirih.

Tak jauh darinya, Crimgard yang masih dipenuhi luka berusaha bangkit. Ia mengepalkan tangan sekuat tenaga. Namun tubuhnya tak mampu bergerak lebih jauh. Wajahnya dipenuhi kemarahan dan kesedihan.

Sementara itu... Di seluruh Aquila. Para prajurit. Rakyat. Para bangsawan. Dan mereka yang mengenal Asgard sebagai penjaga konstelasi... Hanya mampu menyaksikan harapan mereka runtuh.

Keheningan itu terasa jauh lebih menyakitkan daripada suara peperangan.

---

Seleneva menarik napas panjang. Air matanya mengalir perlahan. Sebagai ratu... Ia tidak boleh membiarkan seluruh rakyatnya ikut binasa. Dengan langkah pelan... Ia maju ke depan. Lalu berlutut.

"Aquila... Menyerah," ucapnya pelan.

Crimgard langsung menoleh. "Hentikan. Yang Mulia Ratu!" serunya.

Seleneva menggeleng. Matanya masih menatap ke arah tubuh Asgard yang menghilang di kejauhan. "Kita sudah tidak punya penjaga," katanya lirih. "Aku tidak akan membiarkan seluruh rakyat Aquila mati sia-sia."

Crimgard mengertakan giginya. Ia sangat ingin melawan. Tapi ia tahu... Dalam keadaan sekarang, mereka sama sekali tidak memiliki peluang. Perlahan... Ia ikut berlutut di samping Seleneva.

Melihat Ratu mereka dan pengawalnya melakukan hal itu... Seluruh prajurit Aquila menundukkan kepala. Satu per satu. Kemudian diikuti rakyat. Hingga akhirnya... Seluruh Aquila menyatakan tunduk kepada Kekaisaran.

---

Di atas langit. Thraxor menyaksikan semuanya. Lalu... Ia tertawa keras. "Hahahahaha!" Suara tawanya menggema ke seluruh konstelasi. "Bahkan konstelasi sebesar Aquila... Akhirnya tunduk juga."

Ia memutar pedang raksasanya lalu menyandarkannya di bahu. Wajahnya menunjukkan kepuasan. Kini misinya telah selesai. Ia tidak perlu menghancurkan planet-planet. Tidak perlu memusnahkan penduduknya. Kemenangan telah diperoleh.

Thraxor kemudian menatap Seleneva. Tatapannya berubah dingin. "Dengarkan baik-baik. Aquila sekarang berada di bawah kekuasaan Kekaisaran. Kalian akan tetap hidup. Kalian akan tetap aman. Kekaisaran tidak akan menghancurkan konstelasi ini selama kalian mematuhi aturan."

Seleneva hanya menundukkan kepala.

Thraxor lalu mengangkat satu jarinya dan menunjuk tepat ke arah Seleneva. "Namun... Jika suatu hari nanti... Kau mencoba memberontak. Aku sendiri yang akan kembali. Dan saat itu... Aku tidak akan menyisakan satu pun kehidupan di Aquila."

Ucapan itu membuat seluruh prajurit bergidik. Seleneva memejamkan mata sejenak. Lalu menjawab dengan tenang. "...Aku mengerti."

Thraxor mengangguk puas. Ia berbalik menuju armada Kekaisaran. "Seluruh armada! Mundur."

Perintahnya langsung dijalankan. Ribuan kapal perang Kekaisaran perlahan berbalik arah. Satu demi satu meninggalkan langit Aquila. Tak lama kemudian... Hanya tersisa keheningan.

---

Seleneva masih berlutut. Crimgard mengepalkan tangannya hingga bergetar. Sementara seluruh rakyat Aquila memandang langit yang perlahan kembali tenang. Mereka telah selamat. Tetapi harga yang harus dibayar adalah gugurnya penjaga yang telah melindungi Aquila selama bertahun-tahun.

Sejak hari itu... Konstelasi Aquila resmi berada di bawah panji Kekaisaran Urco Tastarius, sementara nama Asgard akan dikenang sebagai penjaga terakhir yang bertahan hingga akhir demi melindungi tanah yang dicintainya.

More Chapters