Setelah Rhovan dan Kael memasuki pintu keempat, suasana di baliknya langsung terasa berbeda.
Lorong yang terbentang di hadapan mereka sangat panjang, sempit, dan gelap. Dinding-dinding batu di kiri kanan tampak lembap, dengan cahaya redup dari kristal-kristal kecil berwarna ungu gelap yang tertanam tidak beraturan. Udara di sana terasa berat, seolah setiap langkah yang mereka ambil membawa mereka makin jauh dari dunia luar.
Di belakang mereka, beberapa pasukan elit beastkin tetap berjaga di jarak aman, namun untuk lorong ini, hanya Rhovan dan Kael yang benar-benar maju lebih dalam.
Suara langkah mereka bergema pelan.
Semakin jauh mereka berjalan, semakin terasa bahwa lorong ini bukan sekadar jalur bawah tanah biasa, melainkan tempat yang memang sengaja dibangun untuk menyembunyikan sesuatu.
Setelah beberapa lama berjalan dalam diam, akhirnya Rhovan bersuara.
Rhovan :
"Orang yang tadi anda maksud…"
"Siapa sebenarnya dia?"
Kael tidak langsung menjawab.
Ia tetap berjalan dengan tenang, kedua tangannya masuk ke dalam saku mantel, seolah lorong gelap yang menyesakkan ini sama sekali tidak mengganggunya.
Beberapa detik kemudian, barulah ia membuka suara.
Kael :
"Kemungkinan besar…"
"orang yang bertanggung jawab atas kasus penculikan di kota ini adalah seseorang yang kukenal di masa lalu."
Mata Rhovan langsung melebar.
Ia menoleh cepat ke arah Kael, jelas terkejut dengan jawaban itu.
Rhovan :
"Bagaimana bisa seperti itu?"
Kael masih terus berjalan, suaranya tetap tenang, tapi ada sesuatu yang dingin di balik nada santainya.
Kael :
"Tapi itu baru kemungkinan."
"Dan jika benar orangnya adalah yang kukenal…"
"…maka masalah ini jauh lebih serius dari yang kau bayangkan."
"Dan kemungkinan besar…"
"…kalian semua akan mati."
"Termasuk dirimu."
Langkah Rhovan sempat melambat.
Wajahnya menegang.
Ia adalah raja beastkin.
Seseorang yang sejak muda sudah melalui banyak pertempuran.
Namun mendengar peringatan seterang itu dari Kael tetap saja membuat dadanya terasa berat.
Rhovan :
"Apakah memang sekuat itu?"
Mendengar pertanyaan itu, Kael tertawa sinis pelan.
Lalu ia mengangkat tangan kanannya, menunjukkan jari telunjuknya.
Kael :
"Lihatlah bekas pada jariku ini."
Rhovan memusatkan pandangannya.
Di jari telunjuk Kael, memang ada bekas melingkar yang jelas, seperti tanda cincin yang telah menempel sangat lama dan baru saja dilepas setelah dipakai bertahun-tahun.
Bukan sekadar bekas biasa.
Tanda itu tampak terlalu rapi… seperti sesuatu yang lebih dari sekadar perhiasan.
Rhovan :
"Apa arti bekas cincin di jari Anda itu?"
Kael menatap bekas itu sesaat.
Untuk pertama kalinya sejak masuk ke wilayah beastkin, ekspresinya tampak sedikit lebih serius.
Kael :
"Itu adalah tanda bahwa aku baru saja melepas salah satu segel yang dibuat oleh temanku."
"Aku memiliki sepuluh tanda seperti itu."
"Satu di setiap jari di kedua tanganku."
"Dan yang baru kulepas… hanya satu."
"Aku melepasnya saat baru tiba di kotamu."
"Itu pun hanya untuk menerobos masuk tanpa diketahui para penjaga sebelumnya."
Mendengar itu, Rhovan kembali tertegun.
Ia langsung teringat bagaimana Kael tadi bisa melewati penjagaan seolah tidak ada penghalang sama sekali.
Dan sekarang pria itu berkata bahwa semua itu baru memakai satu dari sepuluh segel.
Rhovan :
"Jadi…"
"Anda baru menggunakan satu dari sepuluh kekuatan asli Anda untuk melawan kami sebelumnya?"
Kael menoleh sedikit ke arah Rhovan dan menyeringai kecil.
Kael :
"Benar."
"Jadi seharusnya sekarang kau mengerti…"
"kenapa aku bilang kalian semua kemungkinan akan musnah…"
"…jika orang yang melakukan ini benar-benar orang yang kusebutkan tadi."
"Karena salah satu pembuat segel ini… adalah dia."
Wajah Rhovan menegang lagi.
Sekarang ia benar-benar mulai memahami bahwa orang di depannya bukan hanya kuat—tetapi berada pada tingkat yang bahkan sulit ia bayangkan.
Dan bila Kael yang seperti ini saja berbicara tentang kematian mereka setenang itu…
maka musuh di depan mereka jelas berada di luar nalar Elyndor saat ini.
Rhovan :
"Kalau begitu…"
"apa yang harus kulakukan?"
"Apakah benar-benar tidak ada bantuan yang bisa kuberikan?"
Kael menghembuskan napas panjang.
Nadanya kali ini tidak setajam sebelumnya.
Kael :
"Ada."
"Kalian hanya harus menyelamatkan para sandera lalu pergi."
"Untuk urusan yang lain…"
"…aku akan mencoba mengatasinya."
"Karena sepertinya hanya aku yang mungkin bisa membereskannya."
"Ya… walaupun mungkin akan memakan waktu."
Mendengar itu, Rhovan sedikit lega.
Setidaknya ia dan pasukannya tidak sepenuhnya tidak berguna dalam misi ini.
Namun satu pertanyaan lain masih mengganjal pikirannya.
Ia menoleh lagi ke arah Kael.
Rhovan :
"Kalau boleh tahu…"
"dari mana para guardian mengenal Anda?"
"Setahuku, para guardian adalah makhluk tertinggi."
"Mereka tidak pernah meminta bantuan dari ras demon…"
"apalagi ras campuran seperti Anda yang seharusnya nyaris mustahil ada di Elyndor."
Begitu mendengar pertanyaan itu, Kael menutup matanya sejenak dan menghela napas seperti orang yang sedang dipaksa menjawab hal yang menurutnya sangat sepele.
Namun pada akhirnya, ia tetap menjawab.
Kael :
"Seperti yang sudah kukatakan…"
"aku melakukan ini karena permintaan orang yang kukenal."
"Bukan karena permintaan guardian Elyndor."
"Bahkan jika para guardian di duniamu sendiri yang memohon…"
"…aku tetap tidak akan bergerak untuk mereka."
"Jadi kalian harus bersyukur…"
"orang yang kukenal itu kenal dengan guardian kalian…"
"…dan mau membantu masalah dunia kalian."
Mendengar itu, Rhovan benar-benar bingung.
Ia juga sedikit terkejut oleh kesombongan Kael yang begitu terang-terangan berkata bahwa ia tidak akan membantu bahkan bila para guardian sendiri yang memohon.
Namun dari nada Kael… itu tidak terdengar seperti bualan.
Dan justru itulah yang membuat Rhovan semakin tidak nyaman.
Setelah terdiam beberapa saat, Rhovan akhirnya mengajukan pertanyaan lain.
Rhovan :
"Lalu…"
"apakah orang yang Anda kenal itu lebih kuat dari Anda?"
"Sehingga Anda menuruti permintaannya?"
Langkah Kael sempat berhenti sepersekian detik.
Ekspresinya berubah tipis.
Kesal.
Namun bukan kesal karena dihina, melainkan karena pertanyaan itu… menyentuh kenyataan yang tidak bisa ia bantah.
Kael tidak langsung menjawab.
Dan keheningan itulah yang justru memberi jawaban paling jelas pada Rhovan.
Rhovan (dalam hati):
Jadi benar…
Orang yang dimaksudnya itu memang lebih kuat darinya…
Tak lama setelah itu, mereka akhirnya tiba di ujung lorong.
Di sana berdiri sebuah pintu besi gelap yang jauh lebih sederhana dibanding pintu-pintu sebelumnya, namun justru memberi kesan lebih menyeramkan.
Kael mendorong pintu itu.
Grrrkk…
Pintu terbuka perlahan.
Begitu terbuka, tampaklah sebuah ruangan gelap yang dipenuhi deretan jeruji-jeruji besi seperti sel penjara.
Tidak ada suara.
Tidak ada ratapan.
Tidak ada napas kehidupan.
Hanya sunyi, bau lembap, dan deretan sel yang terlalu kosong untuk disebut biasa.
Kael dan Rhovan melangkah masuk beberapa langkah, lalu menoleh ke sekeliling.
Semua sel itu kosong.
Kosong.
Terlalu kosong.
Dan justru karena itulah wajah Kael langsung berubah.
Kael :
"Kita terlambat."
Rhovan langsung menoleh cepat.
Rhovan :
"Terlambat bagaimana?"
Kael menyapu pandangan ke seluruh ruangan, ke lantai yang masih meninggalkan bekas rantai, ke jeruji yang sebagian melengkung, ke sisa aura samar di udara.
Kael :
"Kemungkinan besar semua jeruji ini sebelumnya berisi para tahanan yang diculik."
"Dan sekarang semuanya sudah kosong."
"Entah dibawa ke mana."
Mendengar itu, wajah Rhovan mengeras.
Rasa marah, cemas, dan kecewa bercampur menjadi satu.
Namun sebelum ia sempat berkata apa-apa—
tiba-tiba terdengar suara langkah lari dari arah belakang.
Cepat. Tergesa.
Salah satu pasukan elit beastkin muncul di ambang pintu, napasnya sedikit memburu seolah habis berlari jauh.
Ia segera membungkuk hormat.
Pasukan Elit Beastkin :
"Maaf, Yang Mulia!"
"Anda harus segera ikut saya!"
"Ini sangat penting!"
"Ini menyangkut salah satu tahanan yang kami temukan!"
Mata Rhovan dan Kael langsung berubah.
Tanpa membuang waktu, keduanya segera berbalik.
Kael melesat lebih dulu.
Rhovan menyusul di belakangnya.
Dan bersama pasukan elit itu, mereka pun bergegas berlari menuju sisi lain dari salah satu pintu yang lain—
menuju sesuatu yang kemungkinan akan menjawab ke mana para tahanan itu dibawa… atau malah membuka kengerian yang lebih besar lagi.
