Cherreads

Chapter 10 - Chapter 10 — Bocah yang Tidak Biasa

Siang mulai bergeser ke sore.

Aktivitas di lantai 6 Gedung PELNI masih berjalan seperti biasa.

Namun suasana di sekitar Arka terasa berbeda.

Semua masih bekerja.

Tapi pikirannya… tidak.

Karena satu hal.

Julio.

INT. AREA ISTIRAHAT — SORE

Arka duduk di kursi panjang.

Di tangannya ada botol minuman dingin.

Matanya masih kosong.

Memikirkan kejadian tadi.

“Tadi itu… hampir tembus Garuda…”

Ia menghela napas panjang.

MUNCUL JULIO

“Kok melamun, Mas?”(Kok melamun, Mas?)

Arka menoleh.

Julio sudah duduk di sebelahnya.

Tidak tahu sejak kapan.

Bawa es teh.

INTERAKSI AWAL

“Kamu ini… hobi banget muncul tiba-tiba ya,” kata Arka.

Julio menyeruput minuman.

“Santai wae toh…”(Santai saja…)

Arka menatapnya.

“Yang tadi itu… kamu ngerti kan bahayanya?”

Julio mikir sebentar.

Lalu jawab:

“Ngerti… tapi penasaran.” 😄

Arka langsung tepok jidat.

MOMEN LUCU

“Penasaran sampai hampir masuk sistem militer?!”

Julio santai:

“Lho aku ora mlebu kok…”(Lho aku tidak masuk kok…)

Lalu nambah:

“Cuma nyenggol dikit.”(Cuma nyenggol sedikit.)

Arka:

“ITU NAMANYA MASUK!”

Julio cuma nyengir.

SUDUT PANDANG BARU

Arka menarik napas.

Lalu menatap Julio lebih serius.

“Kamu belajar dari mana?”

Julio:

“Dari mana-mana.”

Arka:

“Serius.”

Julio:

“Serius yo jawabku tadi.”(Serius ya jawabanku tadi.)

MOMEN DALAM

Arka memperhatikan anak itu.

Terlalu tenang.

Terlalu pintar.

Terlalu… tidak wajar.

“Kamu… pernah diajarin Papa kamu?”

Julio menggeleng.

“Ora.”(Tidak.)

“Diajarin komputer?”

“Sedikit.”

“Terus yang lain?”

Julio melihat ke arah ruang data center.

Lalu berkata pelan:

“Tak ngerti dewe.”(Aku ngerti sendiri.)

KONTRAS

Arka terdiam.

Anak ini bukan cuma pintar.

Dia… berbeda.

MASUK DONI

Doni berjalan mendekat.

Melihat keduanya.

“Kamu ganggu lagi?”

Julio langsung jawab:

“Enggak, lagi istirahat kok.” 😄

Arka langsung nyeletuk:

“Tadi hampir masuk Garuda itu istirahat?!”

Doni cuma menghela napas.

MOMEN AYAH & ANAK

Doni duduk di depan mereka.

Menatap Julio.

“Kamu lihat apa tadi?”

Julio diam.

Tidak langsung jawab.

Untuk pertama kalinya…

dia terlihat berpikir lebih dalam.

JAWABAN JULIO

“Kayak… sistem itu hidup.”

Sunyi.

Arka merinding.

Doni tidak bereaksi.

Tapi matanya berubah sedikit.

JULIO LANJUT

“Bukan kayak program biasa.”

“Kayak… dia ngerti.”

Arka menelan ludah.

“Ngerti apa?”

Julio menatap Arka.

“Ngerti kamu.”

MOMEN HENING

Tidak ada yang bicara beberapa detik.

Suara kantor kembali terdengar.

Namun bagi mereka bertiga—

suasana berubah.

HUMOR KECIL LAGI

Julio tiba-tiba berdiri.

“Eh aku laper maneh.”(Eh aku lapar lagi.)

Arka:

“KAMU TADI BARU MAKAN!”

Julio:

“Lha mikir iku bikin laper, Mas.” 😄(Lha mikir itu bikin lapar, Mas.)

Doni menutup wajahnya sebentar.

FORESHADOWING

Saat Julio pergi…

Arka melihat sesuatu.

Laptop kecil di meja samping.

Masih menyala.

Tanpa password.

Tanpa pengamanan.

Dan di layarnya—

satu baris kecil:

CONNECTION: UNDEFINED

ARKA MENATAP

Ia tidak menyentuhnya.

Namun hatinya berkata:

Ini belum selesai.

LAST LINE

Doni berkata pelan, hampir seperti bicara ke dirinya sendiri:

“Kalau Garuda merespon kamu…”

Ia menatap arah Julio pergi.

“…lalu kenapa dia juga merespon dia?”

More Chapters