Malam turun perlahan.
Gedung PELNI mulai sepi.
Lampu di beberapa area sudah dimatikan.
Namun di dalam fasilitas bawah—
cahaya masih menyala.
INT. FASILITAS GARUDA — MALAM
Ruangan besar itu sunyi.
Di tengahnya—
Garuda Armor berdiri.
Diam.
Namun tidak terasa kosong.
Seolah… menunggu.
ARKA
Arka berdiri di depan armor.
Masih dengan pakaian training.
Hari ini ia diminta datang lagi.
“Cuma cek sistem,” kata Doni tadi.
Namun firasatnya…
tidak sesederhana itu.
MASUK TIM
Doni, Yuri, dan Profesor Arief berdiri di ruang kontrol atas.
Mayjen Okta memperhatikan dari belakang.
Semua diam.
DONI
“Mulai sinkronisasi ringan.”
Arka mengangguk.
Masuk ke dalam Garuda.
INT. DALAM GARUDA
Gelap.
Lalu cahaya biru menyala.
SYSTEM ACTIVE
AI GARUDA“Selamat datang, Arka.”
Suara itu tenang.
Namun sekarang terasa lebih… hidup.
LUAR
Doni melihat layar.
“Sinkronisasi stabil.”
Yuri:
“Semua normal.”
Profesor Arief diam.
Mengamati.
DI DALAM
Arka menggerakkan tangan.
Armor merespon sempurna.
“Masih sama…”
TIBA-TIBA
AI GARUDA“Mendeteksi variabel tambahan.”
Arka langsung berhenti.
“Apa?”
LUAR
Grafik berubah.
Yuri menatap cepat.
“Ini tidak ada di skenario.”
Doni:
“Apa yang berubah?”
DI DALAM
Arka melihat layar di visor.
Ada satu indikator baru.
Berkedip.
CUT TO: INT. AREA LUAR — KORIDOR
Langkah kecil terdengar.
Julio berjalan santai.
Bawa roti.
Masih makan.
KEMBALI KE GARUDA
AI GARUDA“Resonansi kedua… terdeteksi.”
Arka:
“Resonansi kedua lagi?!”
LUAR
Doni langsung menoleh ke layar.
“Tidak mungkin…”
Profesor Arief:
“Dia di sini.”
KORIDOR
Julio berhenti di depan pintu fasilitas.
Masih makan.
Melihat ke arah dalam.
MOMEN LUCU TEGANG
Julio ngomong sendiri:
“Lho… kok nyetrum yo…”(Lho… kok seperti ada listrik ya…)
Ia pegang pintu.
Sedikit kaget.
“Eh… iki opo toh…”(Eh… ini apa sih…)
DI DALAM GARUDA
AI GARUDA“Menguatkan koneksi…”
Arka merasakan sesuatu.
Seperti… ada yang lain.
Bukan dirinya.
ARKA
“Ada orang lain di sistem ini!”
LUAR
Yuri:
“Tidak ada yang masuk!”
Profesor Arief pelan:
“Ada.”
PINTU TERBUKA
Julio masuk ke ruangan.
Santai.
Masih makan.
KONTRAS BESAR
Di tengah situasi tegang—
Julio cuma berdiri.
Melihat Garuda.
“Wah… gede yo…”(Wah… besar ya…)
LONJAKAN DATA
Grafik melonjak.
Doni langsung tegang.
“Sinkronisasi naik!”
Yuri:
“110%?!”
DI DALAM
Arka merasakan tekanan.
“Ini beda dari kemarin…”
JULIO
Julio mendekat sedikit.
Matanya fokus.
Tidak main-main lagi.
“Ono sing manggil…”(Ada yang memanggil…)
AI GARUDA
AI GARUDA“Identitas sekunder… belum terdefinisi.”
MOMEN PUNCAK
Lampu Garuda menyala terang.
Lebih dari sebelumnya.
MAYJEN OKTA
“Matikan!”
DONI
“Aku coba!”
AI MENOLAK
AI GARUDA“Akses ditolak.”
Semua membeku.
JULIO
Julio menatap Garuda.
Pelan.
Tenang.
Lalu berkata:
“Wis… cukup.”(Sudah… cukup.)
SUNYI
Dalam sekejap—
semua berhenti.
Grafik turun.
Kembali normal.
100%.
SEMUA DIAM
Tidak ada yang bicara.
ARKA KELUAR
Armor terbuka.
Arka keluar.
Masih terengah.
“Ini… apa barusan…”
DONI
Menatap Julio.
Lebih dalam dari sebelumnya.
“Kamu ngapain?”
JULIO
Julio mengangkat bahu.
“Aku ora ngapa-ngapain…”(Aku tidak melakukan apa-apa…)
Ia menatap Garuda.
“Tapi dia… kenal aku.”
MOMEN TERAKHIR
Profesor Arief berkata pelan:
“Ini bukan sistem biasa lagi.”
LAST LINE
Julio berbalik pergi.
Masih santai.
Masih anak kecil.
Namun saat berjalan keluar—
ia bergumam pelan:
“Garuda e… ora milih siji wong.”(Garudanya… tidak memilih satu orang.)
