Cherreads

Chapter 23 - Bab 23: Ritual Sebelum Badai

Udara di dermaga Sektor 14 terasa statis dan berat, namun di dalam ruang taktis The Anomaly, suasana justru memanas dengan cara yang berbeda. Sebelum pintu palka terbuka untuk misi infiltrasi yang berbahaya, Ija menarik Lyra, Scarlett, dan Aria ke sudut ruangan yang remang-remang, jauh dari jangkauan sensor Aiko dan tatapan dingin Vera.

Ija menyandarkan punggungnya ke dinding logam, menatap ketiga wanita yang telah bersamanya sejak awal. "Kalian tahu seberapa bahayanya Baron Voltz di kandangnya sendiri," bisik Ija, suaranya berat dan penuh magnet. "Aku butuh memastikan fokus kalian berada di titik puncak."

Scarlett adalah yang pertama mendekat. Dengan gerakan yang luwes bak kucing hutan, ia merayap ke arah Ija, melingkarkan lengannya yang jenjang ke leher pria itu. "Fokusku? Fokusku selalu ada padamu, Ija. Tapi tubuhku sedikit... tegang. Kau tahu cara merelaksasikannya?"

Tanpa menunggu jawaban, Scarlett menarik tengkuk Ija dan melumat bibirnya dengan ciuman yang menuntut—sebuah perpaduan antara rasa lapar dan kepemilikan. Lidahnya bermain dengan lihai, seolah sedang meretas pertahanan emosi Ija.

"Sialan, Scarlett... kau selalu ingin jadi yang pertama," gumam Lyra dengan napas yang mulai memburu. Ia menarik bahu Ija agar menghadapnya. Tanpa banyak bicara, Lyra mencium Ija dengan kasar, sebuah ciuman yang mencerminkan hasrat prajurit. Tangannya meraba dada Ija yang bidang, mencengkeram kain pakaiannya seolah ingin merobeknya saat itu juga.

"Dengarkan aku, Ija," bisik Lyra tepat di depan bibir pria itu, napasnya terasa panas di kulit Ija. "Jika kau membiarkan dirimu tergores sedikit saja oleh anak buah Voltz, aku akan menghukummu di tempat tidur sampai kau tidak bisa lagi membedakan mana realitas dan mana simulasi. Aku ingin kau benar-benar 'keras' saat menghancurkan mereka nanti, mengerti?"

Aria, yang biasanya paling tenang, kini mendekat dengan wajah yang merona merah namun tatapan matanya penuh dengan gairah yang terpendam. Ia tidak mencium bibir Ija terlebih dahulu, melainkan mengecup leher Ija, memberikan sensasi geli yang menjalar ke seluruh tulang belakang pria itu.

"Aku sudah menyiapkan buff energi yang paling kuat untukmu," bisik Aria, jemarinya membelai area pinggang Ija dengan gerakan yang menggoda. "Tapi energi itu butuh pemicu organik. Aku ingin kau merasakan betapa hangat dan 'basahnya' dukunganku sebelum kau pergi bertaruh nyawa."

Aria kemudian mendongak, menyatukan bibirnya dengan Ija dalam ciuman yang lembut namun sangat dalam, seolah ingin menyerap seluruh kekhawatiran Ija ke dalam dirinya.

Ija menarik napas dalam, merasakan aroma tubuh mereka yang bercampur—aroma bubuk mesiu dari Lyra, wangi mawar hitam dari Scarlett, dan aroma terapi yang menenangkan dari Aria. Tangannya tidak tinggal diam, ia merengkuh pinggul mereka, menarik tubuh mereka agar semakin menempel erat pada tubuhnya yang kini terasa panas.

"Kalian benar-benar tahu cara menyulut api di dalam diriku," geram Ija dengan nada rendah yang provokatif. "Jika aku selamat dari serangan Voltz, aku akan memastikan kalian bertiga mendapatkan 'sesi sinkronisasi data' yang paling intens yang pernah ada. Aku akan membuat kalian memohon agar sistem ini tidak pernah berhenti bergetar."

Scarlett menjilat bibirnya yang basah, matanya berkilat nakal. "Aku pegang janjimu, Kapten. Jangan buat kami menunggu terlalu lama dengan kondisi... sesak seperti ini."

"Bereskan mereka, Ija. Dan kembali padaku dalam keadaan lapar," tambah Lyra sambil memberikan satu gigitan kecil di bibir bawah Ija sebagai tanda.

Ija memperbaiki letak jabatannya, aura Administrator-nya kini bercampur dengan gairah yang meluap. Ia melangkah keluar menuju pintu palka dengan langkah mantap, sementara ketiga wanitanya menatap punggungnya dengan tatapan haus.

Di luar, Vera yang sudah menunggu dengan tangan bersedekap hanya bisa menggelengkan kepala. "Lama sekali. Apa kalian sedang menulis ulang kode etik di dalam sana?"

"Lebih dari itu, Jenderal," sahut Ija sambil menyeringai lebar. "Aku baru saja mendapatkan 'bahan bakar' terbaik di galaksi."

More Chapters