Hampa udara di luar kapal The Anomaly seolah membeku saat dua kapal dengan siluet yang hampir identik saling berhadapan. Di satu sisi, kapal Ija 0-11-Z yang memancarkan aura emas hangat, dan di sisi lain, sebuah kapal yang diselimuti kabut hitam pekat dengan simbol petir merah di lambungnya—kapal milik Ija Sang Penakluk.
"Xora, aktifkan protokol perlindungan jiwa tingkat maksimal untuk semua orang di kapal ini," perintah Ija sambil melangkah menuju ruang teleportasi.
"Ija, jangan pergi sendiri," pinta Aria, tangannya masih gemetar setelah sesi sinkronisasi tadi. Ia meraih ujung jubah Ija dengan tatapan memohon. "Pria itu... sistemnya terasa sangat lapar. Aku bisa merasakannya melalui jaringan ikatan kita."
Ija berbalik, mencium kening Aria sekilas sebelum beralih menatap Lyra, Scarlett, Vera, dan Aiko. "Dia ingin pamer kekuatan. Jika aku membawa kalian semua sekarang, dia akan menganggapnya sebagai tanda kelemahan. Aku akan menemuinya, tapi ingat, sistem kita sudah terhubung. Jika aku berkedip sekali saja dalam bahaya, kalian tahu apa yang harus dilakukan."
"Aku akan menyiapkan belati bayanganku di celah dimensinya," bisik Scarlett dengan seringai haus darah. "Satu tanda darimu, dan kepalanya akan terpisah dari sistemnya."
Ija menteleportasi dirinya ke sebuah zona netral—sebuah asteroid buatan yang telah diubah menjadi ruang perjamuan mewah di tengah kehampaan. Di sana, duduk seorang pria yang wajahnya benar-benar cermin dari Ija, namun dengan tatapan mata yang jauh lebih kejam dan sombong.
Pria itu, Ija Sang Penakluk, sedang memotong daging sintetik dengan santai. Di belakangnya, berdiri tiga wanita dengan tatapan mata kosong seperti boneka tanpa jiwa. Kulit mereka pucat, dan energi kehidupan mereka terus-menerus diserap oleh kabel-kabel halus yang terhubung ke punggung Sang Penakluk.
"Duduklah, Versi-011," ujar Sang Penakluk tanpa mendongak. "Kopi ini diseduh dari biji tanaman di Sektor 1 yang sudah kuhancurkan. Rasanya... pahit, seperti kenyataan."
Ija duduk di hadapannya, matanya langsung tertuju pada jendela sistem yang melayang di dekat lawannya.
[TARGET ANALYSIS: IJA-01 (THE CONQUEROR)]
[SYSTEM: HAREM DEVOURER SYSTEM - LEVEL 99]
[CORE ABILITY: ABSOLUTE CONSUMPTION (Converts Harem's Life Force into Raw Power)]
[POWER LEVEL: ERROR - CALCULATION EXCEEDS BASELINE]
"Kau memperlakukan mereka seperti baterai," desis Ija, suaranya mengandung kemarahan yang tertahan.
Sang Penakluk tertawa, suara tawanya kering dan parau. "Baterai? Tidak, mereka adalah bahan bakar untuk keabadian. Kau, dengan sistem 'Administrator'-mu yang lembut itu, membuang-buang potensi. Kau berbagi kekuatan dengan mereka? Itu bodoh. Administrator seharusnya menjadi satu-satunya matahari, bukan lampu taman yang berbagi energi dengan bunga-bunga."
Ia menyesap kopinya, lalu menatap Ija dengan tajam. "Zarak bilang kau spesial. Tapi aku hanya melihat seorang pemuda yang terlalu banyak bermain perasaan. Kau tahu apa yang terjadi pada Ija-Ija lain yang kutemui? Aku memakan sistem mereka, dan aku mengambil wanita-wanita mereka untuk menambah koleksi energiku."
Ija menyandarkan punggungnya, auranya mulai berpendar emas kemerahan—hasil dari Divine Bond yang baru saja ia lakukan. "Kau bicara soal potensi, tapi kau sendiri tampak kesepian di atas takhtamu. Kau punya sistem level 99, tapi kau tidak punya 'jiwa' di dalam duniamu."
[NOTIFICATION: ENEMY INITIATING "DOMAIN INTERFERENCE"]
[WARNING: HAREM DEVOURER IS TRYING TO SEVER YOUR SOUL-LINKS!]
Tiba-tiba, udara di sekitar mereka menjadi sangat berat. Sang Penakluk mencoba menarik benang-benang emas yang menghubungkan Ija dengan Lyra dan yang lainnya di kapal. Wajahnya berubah menjadi rakus. "Mari kita lihat, seberapa kuat ikatan yang kau banggakan itu saat aku mulai menarik mereka masuk ke dalam perutku!"
Ija tidak bergerak. Ia justru membiarkan Sang Penakluk menarik benang-benang itu.
"Silakan, coba saja," ujar Ija dengan senyum dingin.
Saat Sang Penakluk mencoba menyerap energi dari benang emas itu, ia tiba-tiba tersedak. Matanya membelalak, dan ia memuntahkan cairan hitam.
[SYSTEM LOG: COUNTER-HACK SUCCESSFUL]
[REASON: THE POWER OF LOVE/SYNC IS INDIGESTIBLE TO DEVOURER LOGIC]
[RESULT: ENEMY SYSTEM SUFFERING FROM "DATA REJECTION"]
"Apa... apa ini?! Kenapa energimu terasa panas dan... menolak untuk diserap?!" Sang Penakluk berteriak, kabel-kabel di punggungnya mulai bergetar hebat.
"Itu disebut 'Kehendak Bebas', Penakluk," sahut Ija sambil berdiri, auranya kini meledak memenuhi seluruh ruangan. "Energiku bukan milikku sendiri. Itu adalah energi yang diberikan secara sukarela oleh mereka yang mencintaiku. Kau tidak bisa memakan sesuatu yang tidak diberikan kepadamu."
Ija mendekat, menekan meja hingga retak. "Kopi ini memang pahit. Tapi akhir ceritamu akan jauh lebih pahit."
Sang Penakluk berdiri dengan amarah yang meluap, tubuhnya mulai berubah menjadi bayangan raksasa yang mengerikan. "Kau pikir satu penolakan kecil bisa mengalahkanku?! Aku telah menghancurkan seratus galaksi!"
"Dan aku," Ija memanggil pedang datanya yang kini diselimuti api pelangi, "baru saja memulai babak baru di mana kau hanyalah sebuah catatan kaki."
