Cherreads

Chapter 54 - Bab 55: Bayang-Bayang di Gerbang Malakor

Di dalam dimensi transisi yang sunyi, Ija memandang kelima wanita—Lyra, Scarlett, Aria, Vera, dan Aiko—yang masih terbungkus dalam kepompong energi emas. Mereka adalah bagian dari jiwanya yang terpecah, dan kini, dengan keberadaan Mina di sisinya, ia mulai merasakan resonansi yang lebih dalam. Seolah-olah sebuah mesin raksasa yang sudah lama mati mulai berdetak kembali.

Namun, perhatian Ija tersedot kembali ke arah Xylos. Sang Jenderal Garda Depan itu kini terbelenggu oleh rantai frekuensi murni yang dibuat Mina.

"Bicaralah, Xylos," perintah Ija, suaranya dingin, tak menyisakan ruang untuk negosiasi. "Siapa yang memegang kunci untuk membangkitkan Seraphina? Dan kenapa dia ada di wilayah Lord Malakor?"

Xylos terbatuk, sisa-sisa cairan pendingin dari luka di tubuhnya membasahi lantai dimensi. "Kau mencari Seraphina? Dia bukan lagi sekadar fragmen, Ija. Malakor telah menjadikannya 'Baterai Realitas'. Dia tidak akan membiarkanmu mendekat. Malakor telah mengunci koordinat Seraphina di Deep Core—sebuah zona di mana hukum fisika tidak berlaku."

Mendengar nama Deep Core, Mina memucat. "Itu bukan sekadar penjara, Ija. Itu adalah tempat di mana mereka menghapus memori Administrator sebelum benar-benar memformat ulang semesta."

Ija mengepalkan tangannya. "Kalau begitu, kita tidak punya pilihan lain. Kita akan menyerang langsung ke pusat kekuasaan Malakor."

Elara, yang sedari tadi terdiam memegang data-pad, maju selangkah. "Ija, tunggu. Jika kau masuk ke Deep Core dengan kondisi wanitamu yang belum sepenuhnya bangkit, kau akan kewalahan. Malakor memiliki pasukan Void-Sentinel yang tidak terpengaruh oleh kemampuan peretasanmu."

Ija menoleh ke arah wanitanya yang masih tertidur. "Lalu apa saranmu?"

"Kita harus memancing Malakor keluar," ujar Elara dengan tatapan tajam. "Jika kita bisa membuat kekacauan di Sektor 9, Malakor akan dipaksa untuk keluar dari Deep Core demi mengamankan basis energinya. Saat itulah, kita menculik Seraphina."

Ija terdiam, mempertimbangkan rencana itu. Itu adalah rencana yang berisiko, namun cerdas. Ia menoleh ke arah Mina, meminta persetujuan. Mina mengangguk pelan.

"Xylos," panggil Ija. Jenderal itu menatap Ija dengan tatapan penuh kebencian. "Kau akan membimbing kami melewati gerbang Malakor. Jika kau mencoba mengkhianati kami, aku tidak akan menghapusmu. Aku akan membiarkanmu hidup selamanya dalam looping kesadaran yang paling menyakitkan."

Xylos terdiam, menyadari bahwa Ija yang ada di hadapannya saat ini jauh lebih berbahaya daripada Administrator yang ia kenal di masa lalu.

"Sektor 9," bisik Xylos akhirnya. "Gerbangnya ada di puncak Menara Transmisi. Tapi ketahuilah, Ija... kau tidak akan menghadapi Malakor sendirian. Outer Administrators telah mengirimkan 'Eksekutor' untuk memastikan Seraphina tidak akan pernah meninggalkan tempat itu hidup-hidup."

Ija menatap ke depan, ke arah pintu dimensi yang mulai terbuka perlahan, menampilkan cakrawala Sektor 9 yang mencekam. "Biarkan mereka datang. Aku sudah lelah bermain-main dengan sistem."

Ija melangkah keluar dari dimensi transisi, disusul oleh Mina yang siaga di sampingnya. Mereka berdiri di atas puncak Menara Transmisi, melihat ke bawah—di sana, ribuan pasukan musuh sedang bersiap.

Perang untuk membebaskan Seraphina dimulai.

More Chapters