Di dalam ruang dimensi transisi yang diselimuti kabut data, Ija tidak membiarkan semuanya menggantung. Saat ia menyeret Xylos masuk ke dalam celah cahaya bersama Mina, ia merasakan tarikan frekuensi yang familiar—bukan hanya dari Mina, tapi dari semua wanita yang pernah terikat dengannya.
Ija berhenti sejenak di tengah kekosongan dimensi, tangannya yang bersinar keemasan bergerak di udara, meretas lapisan pelindung Sektor 7 yang baru saja mereka tinggalkan.
"Mina, tahan koordinat ini," perintah Ija.
Mina mengangguk, memusatkan energi peraknya untuk menjaga celah dimensi tetap terbuka. Ija menatap kembali ke arah reruntuhan fasilitas tadi melalui layar proyeksi energinya. Di sana, di antara debu dan sisa-sisa reruntuhan, ia melihat Elara yang sedang melindungi lima sosok wanita yang tak sadarkan diri—Lyra, Scarlett, Aria, Vera, dan Aiko.
Mereka semua adalah fragmen jiwa yang selama ini terjebak di Sektor Industri 7, namun Ija belum sempat memulihkan mereka sepenuhnya.
"Aku tidak akan meninggalkan mereka," suara Ija bergema penuh tekad.
Ija melepaskan sebagian besar energi yang ia curi dari sistem tadi untuk menciptakan sebuah Protokol Pemindahan (Teleportation Anchor). Dalam hitungan detik, ruang di sekitar Elara dan kelima wanita itu terdistorsi. Tanpa disadari oleh pasukan musuh yang sedang mendekat ke arah gudang, kelima wanita tersebut beserta Elara terhisap ke dalam celah dimensi yang dibuat Ija.
WHOOSH.
Detik berikutnya, di dalam ruang dimensi transisi tempat Ija dan Mina berada, muncul kilatan cahaya. Kelima wanita itu jatuh ke lantai dimensi, disusul oleh Elara yang terengah-engah, memeluk erat sebuah data-pad kuno yang berisi catatan teknis terakhir.
"Ija!" teriak Elara, matanya berkaca-kaca melihat Ija berdiri di sana bersama Mina.
Ija segera menghampiri mereka. Ia melihat kelima wanitanya—Lyra, Scarlett, Aria, Vera, dan Aiko—masih dalam kondisi "tertidur" dalam kode biner. Ija menyadari bahwa mereka bukanlah sekadar rekan, melainkan bagian dari jiwanya yang telah ia pisahkan agar tidak ditemukan oleh Outer Administrators.
"Mereka belum sepenuhnya bangkit," ujar Mina, memperhatikan kelima wanita itu dengan tatapan sendu. "Mereka butuh 'kunci' yang tersimpan di dalam memori masing-masing untuk kembali menjadi diri mereka yang utuh."
Ija menatap kesepuluh wanita (lima sudah di sampingnya, empat sisanya masih di luar sana, dan Mina di sampingnya) serta Elara yang kini menjadi saksi bisu kebangkitan ini.
"Kita tidak akan meninggalkan siapa pun," tegas Ija. "Kita akan membawa mereka semua ke 'Safe Zone' yang tidak terdeteksi oleh radar sistem manapun. Tapi pertama, kita harus membuat jenderal ini bicara."
Ija melirik ke arah Xylos yang terikat oleh rantai energi di sudut dimensi. "Xylos, sekarang katakan padaku... di mana fragmen jiwa ke-7 disekap? Dan siapa yang memegang kendali atas mereka?"
Xylos tertawa sinis, meski tubuhnya gemetar. "Kau pikir kau bisa mengumpulkan mereka semua, Ija? Saat kau mencoba menyatukan mereka, kau justru membuat mereka menjadi target yang lebih mudah untuk dihapus!"
"Biarkan mereka datang," sahut Ija, matanya berpendar emas, menatap kelima wanita yang tertidur di kakinya. "Kali ini, aku tidak akan membiarkan satu pun dari mereka kembali menjadi kode biner."
"teman-teman jika ada yg bingung kenapa tiba-tiba ija tau tentang para wanita nya mohon dibaca ulang dan di simak di bab 40 anda akan paham"
