Li mei langsung terkekeh kecil dan berbisik di samping ming hao, "Xiao Hao, tenang saja. aku pasti akan mengajak mu ketempat ini lebih luas yang kamu bayangkan.." Li mei mengacungkan jempol di samping nya dengan senyum nakal.
" benarkah?.." suara Ming hao sedikit meninggi itu membuat terdengar dari Chen Xiao. Ming hao menutup mulut nya dari kedua tangan nya dengan cepat sebelum Chen Xiao melirik ke belakang dengan mengerutkan kedua alis nya. " apa kalian bicara kan?.." suara Chen Xiao sedikit dalam.
" tidak ada, tidak ada.." Ming hao dan Li mei terkejut dan menggeleng cepat sambil melambaikan kedua tangan nya.
Chen Xiao menggeleng kepala sambil fokus ke depan sebelum Ming hao dan Li mei diam diam menghela nafas lega. " kalian pasti belum tahu ruangan rahasia, bukan?.."
" ruang rahasia? " Ming hao dan Li mei saling bertukar pandangan sebelum melihat punggung Chen Xiao yang masih berjalan ke depan lorong ruang penyimpanan. Li mei langsung berpikir sejenak, selama dia tinggal di sekte dalam dua tahun ini dia belum pernah tahu ruangan rahasia selain ruang penyimpanan yang penuh harta Karun.
ketika mencapai ke pintu besar seukuran lima inci, ada totem dua naga yang menari nari dalam bentuk lingkaran, yang terukir dari dinding logam. Chen Xiao, ming hao, dan Li mei berhenti berjalan, tepat di depan pintu itu. namun, Li mei merasa takjub melihat dinding itu. 'ternyata ruang rahasia yang dimaksud adalah..ini?'
gadis itu berpikir sejenak mengingat bahwa dia pernah melewati tempat ini setelah mencari harta karun yang unik untuk junior seperguruan nya.
" ini adalah tempat penyimpanan leluhur termasuk..." Chen xiao mengulurkan tangan dan menempelkan telapak tangan nya dengan kekuatan sihir ke dinding pintu besar itu, dinding tersebut bergerak menggeser dengan menjadi dua celah dinding saat suara nya menderit, sebelum chen xiao menarik tangan nya kembali.
Ming hao dan li mei berubah ekspresi tercengang dengan takjub, mereka baru pertama kali melihat ruang rahasia ini. " lu-luar biasa.." Ming hao dan li mei bergumam, mata mereka berkedip dengan kompak.
"termasuk ruang guru saya.." Chen xiao secara langsung berjalan masuk dengan kedua tangan melipat di belakang pinggang nya. Ming hao dan li mei sedikit terkejut dengan saling bertukar pandang sebelum mengikuti chen xiao dengan langkah nya melewati pintu itu.
ketika mereka masuk, bayangan nya meninggalkan jejak di bawah kaki depan mereka. di dalam, setiap sudut ruangan sedikit lembab dan sunyi, hanya langkah kaki mereka yang mengisi suara ruangan ini. namun, ada banyak rak kayu setinggi sepuluh inci dengan lebar nya tidak lebih dari sepuluh inci di penuhi ruangan, di tempati ribuan harta kuno yang berlogam perak dan mengkilap bahkan ada yang bersinar dengan tersamar-samar.
" guru kamu?.." Li mei dan ming hao kompak mengatakan nya dengan saling bertukar pandangan sebelum melihat punggung chen xiao. Chen xiao pun mengangguk pelan dengan ekspresi kompleks.
" guru saya adalah generasi ke empat belas dari sebelumnya dan saya adalah generasi ke lima belas yang menggantikan posisi nya..,kalian paham? " suara chen xiao dalam, dia tidak melirik ke arah dua murid itu. namun, mata chen xiao berubah kerinduan yang tersembunyi, dia mengingat masa muda nya ketika berusia lima belas tahun. di hadapan nya, lorong ruangan ini, pandangan chen xiao membayangkan sosok guru nya berjalan di depan nya dengan menatap punggung nya. ruangan rahasia ini adalah tempat chen xuan yang membawa nya mencari harta karun yang unik.
" guru, tempat apa ini?.." kata chen xiao muda, dengan ekspresi bingung melihat sekelilingnya yang sunyi dan lembab. Chen xuan terkekeh pelan sambil berkata dengan senyuman," ruang rahasia, baru tahu?.."
Chen xiao mengangkat kedua alis nya dan langsung mendekati guru nya dari samping dengan ekspresi sedikit serius dan berkerut alis, " tentu saja, guru. kamu tahu kan kalau aku ini.."
Chen xuan mengacak rambut nya berkali kali dengan ekspresi jahil," aku tahu, aku tahu..kamu ini sangat berbakat daripada murid lain. jadi jangan kecewakan aku..chenli."
Chen xuan tersenyum dengan tenang dan lembut menatap chen xiao dari samping nya. Chen xiao menyadari tatapan guru itu tampak menaruh harapan besar kepada nya secara alami dan tidak hanya itu saja, ada kepercayaan diri yang membuat chen xiao membangunkan jati diri dan tekad nya.
'aku pasti akan membuat mu bangga, guru..' dalam hati chen xiao.
Saat ini, chen xiao masih berjalan, pikirin nya sedikit tenggelam dalam ingatan masa lalu, namun dia menyadari bahwa dia masih mendampingi kedua murid nya ke ruangan rahasia ini.
beberapa saat kemudian, ada sebuah cermin kehidupan berbentuk lingkaran yang melengkung memiliki aura misterius dan spiritual menyebar segala nya, ukuran nya sangat besar dan besar sekitar sepuluh inci. cermin itu tampak memenuhi dinding ruangan rahasia. Chen Xiao, ming hao dan li mei berhenti di samping cermin itu.
Chen xiao mengulurkan tangan nya di depan rak yang lebar dan tinggi, "sekarang ambil harta karun kalian pilih.."
Ming hao dan li mei maju beberapa langkah mendekati rak berisi harta karun yang berharga dengan kilauan tersamar samar. Chen xiao mengamati gerakan kedua murid nya lalu dia sesekali melihat cermin kehidupan dengan tenang dan sedikit berkerut alis.
'Cermin ini'
Chen xiao mengingat masa lalu nya, dia sedikit trauma. ketika dia berada di ruang ini, mendekati cermin itu dia sudah ketakutan dan gelisah menatap dalam cermin itu dengan sangat dekat hingga chen xuan bingung dan khawatir pada nya.
Chen xiao mulai menghela nafas pendek lalu dia menoleh ke arah kedua murid nya yang masih mencari harta karun mereka sendiri. "Apa kalian sudah menemukan yang cocok?" Kata nya sedikit rendah dan dalam dengan ekspresi berubah tenang dan tenang. Chen xiao mendekati kedua murid nya di belakang punggung kedua nya.
"Di sini terlalu banyak harta..kami bingung mana yang cocok untuk kami. Lagi pula harta ini sangat menakjubkan" kata ming hao dengan ekspresi bingung.
Li mei berada di samping nya, mengangguk dan sedikit membungkuk menatap benda benda yang mengkilau dengan bertolak pinggang nya yang ramping dan berkata, "harta semua di sini sangat bagus dan berkilau, bagaimana jika kita mengambil semuanya saja?.." li mei tersenyum nakal sebelum sebuah tangan chen xiao mendarat, menepuk kepala li mei dengan keras namun tidak memberi tenaga.
Ah!
"guru, sakit.." li mei meringis lalu berdiri tegak dengan cemberut menatap guru nya sambil mengusap kepala nya. Chen xiao menatap li mei sedikit menyempitkan mata, "biang kecil, kamu ingin jadi pencuri?. Jangan mengulangi kesalahan lagi, mengerti?"
Ming hao diam diam menahan tawa melihat nya lalu li mei melirik sinis ke arah ming hao. "kamu menertawakan ku?" suara nya sedikit meninggi dengan berdiri tepat di depan nya sambil mencondongkan tubuh nya ke depan.
