Cherreads

Chapter 21 - Bab 21 sosok wanita?

Li mei menoleh ke arah cermin di belakang punggungnya sebelum dia berbalik. chen xiao juga menoleh ke arah samping dengan sedikit rumit menatap cermin itu yang terpantul diri nya dengan kedua murid itu, tampak kecil dari jauh.

Chen xiao bergerak cepat mengulurkan tangan dengan kekuatan magic nya. Di rak tingkat enam, sebuah pedang bertotem naga emas mendarat di depan ming hao dan tombak perak yang runcing berkilau juga mendarat di depan li mei, bergerak secara bersamaan. kedua murid itu terkejut dengan bingung dan memegang senjata mereka dengan kompak.

"Kita pergi.." suara chen xiao menjadi tegas namun hati nya sedikit cemas sebelum dia berbalik melangkah pergi. Chen xiao tidak memberi alasan yang jelas dari kedua murid nya.

Ming hao dan li mei terkejut dengan heran melihat guru nya hendak pergi namun mereka masih di posisi, tidak bergerak mengikuti guru nya. Mereka mengahlikan pandangan ke arah cermin dari beberapa jauh nya.

"Aku ingin tahu cermin itu, guru.." kata li mei sedikit serius, gadis itu memandang diri nya tampak kecil dari pantulan cermin kehidupan. Ekspresi nya berubah jahil, dia langsung membuat gerakan lucu ketika dia masih memandang diri nya tampak kecil dari pantulan cermin itu.

"Ternyata aku sangat lucu..hehe" li mei bergumam dengan senyum lebar yang terlihat gigi putihnya.

Cermin itu masih memiliki aura spiritual dan misterius. Namun, itu membuat li mei dan ming hao tertarik dengan penasaran memandang cermin kehidupan yang tampak lebih besar dan besar daripada tubuh mereka. Beberapa detik itu terjadi, li mei berjalan mendekati cermin itu dari jauhnya. Ming hao terkejut melihat senior nya berjalan lalu mengikuti li mei di belakang punggung nya.

Chen xiao sedikit terkejut dengan membeku saat dia mulai melangkah pergi. "Apa?.."

Chen xiao dengan cepat berbalik arah, melihat kedua murid nya mendekati cermin besar itu dengan menaiki empat berbatu anak tangga yang mengkilap.

"Kalian?.." gumam chen xiao sambil berkerut alis. Ekspresi tenang nya berubah rumit. Dia mengepalkan kedua tangan di samping tubuh nya dengan keraguan. Lalu, tanpa ragu lagi chen xiao mulai mendekati cermin itu secara hati hati.

Ketika tiba di cermin itu, lingkaran kaca bergelombang dengan riak riak. Li mei dan ming hao menjadi takjub menatap kaca itu. Pantulan diri mereka sedikit bergelombang dan buram.

"Luar biasa.." li mei berbisik pelan dengan perlahan bergerak mengulurkan tangan nya, menyentuh kaca itu di jari nya. Lalu, sebuah tangan memegang pergelangan tangan gadis itu, menahan nya menyentuh cermin. Li mei terkejut dengan melirik ke arah lain, tepat ke arah guru nya di samping.

"Kamu nakal sekali, menyentuh barang berharga yang bukan milik mu, li mei.." kata chen xiao sedikit tegas dengan mengerutkan alis sambil dengan lembut melepaskan tangan gadis itu.

"Kalian jangan berani menyentuh kaca ini, karena.." suara tegas chen xiao berhenti berbicara dengan ragu dan rumit. Li mei dan ming hao menoleh ke arah chen xiao dengan penasaran. Pemuda itu mulai menggeleng kepala nya dengan pelan, ekspresi nya masih rumit dan ragu.

Li mei mengangkat alis nya dengan heran dan berkata, "apakah cermin ini sebahaya itu untuk mu, guru?.."

Chen xiao terdiam dengan alis yang berkerut. Pada saat yang sama, mereka terkejut melihat lingkaran kaca semakin beriak riak dengan bergelombang. Pantulan diri mereka di cermin semakin mengabur.

"Guru, apa maksud nya ini?.." li mei menunjuk ke arah cermin itu. Chen xiao menatap cermin itu sedikit dalam, tangan nya sambil meraih cermin itu di udara, sebelum berhenti menyentuh cermin di ujung jari nya. Dia menggeleng lagi, dengan hati bimbang dan rumit. chen xiao tiba tiba segera memegang tangan gadis itu.

"Kita pergi.." chen xiao berbalik dengan menarik gadis itu membawa nya pergi, mengikuti langkah nya. Li mei terkejut dan mulai banyak bicara dengan guru nya.

Sementara, ming hao terkejut dengan heran dan bingung melihat guru nya membawa senior nya pergi, sebelum dengan yakin jari remaja muda itu menyentuh kaca cermin. Dalam sekejab, riak riak gelombang cermin itu mengeluarkan percikan, dengan ribuan letusan cahaya. Lalu, Mata remaja itu sedikit melebar dengan mengangkat alis nya.

Di saat ini juga, Chen xiao dan li mei berhenti bergerak dan berbalik ke arah cermin itu dengan ekspresi takjub.

Ming hao menatap cermin di depan sangat dalam dengan mengagetkan, dia melihat ada sosok pria tangguh dan berani, berdiri di depan nya dari kaca cermin. Pria itu memiliki mata yang jernih seperti permata berkilau dan mendominasi, berparubaya dengan berlengan panjang, tubuh nya tinggi dan kokoh. Pria itu memegang pedang yang sama dengan ming hao.

Remaja muda itu merasakan pria di depan kaca sekarang, adalah diri nya sendiri. Beberapa detik ini, Dia mulai penasaran menatap cermin itu sebelum dia mengatakan dalam hati.

'Apa ini..adalah aku?'

Telapak tangan minghao langsung menempel di cermin sebelum kaca cermin beriak riak sekitar telapak nya. pada saat ini, dia terkejut lagi dengan mata melebar seakan akan dia melihat hantu, saat dia mendengar suara suara samar dan aneh yang menyakitkan dari telinga nya sedikit sakit.

Suara teriakan dan tangisan membuat diri nya terasa terguncang dan merinding.

Namun, ada ingatan tersamar samar di dalam pikiran yang tenggelam. Dia melihat sosok wanita yang berani dan tegas, berdiri beberapa langkah jauh dari nya. Suara nya dalam namun dingin.

'Kita serang bersama!' Wanita itu berseru sambil menoleh di samping bahunya. Wajah nya tersamar dengan berdecak darah, mengenakan armor perak di tubuh nya yang ramping.

Dan, sebuah tombak yang runcing di samping wanita itu di hentak dengan keras ke tanah.

Dentang!

Tubuh wanita itu sekejab mengeluarkan ledakan yang hebat dengan sihir nya yang meletus, bahkan aura nya sangat mengintimidasi.

Minghao terkejut, dia merasakan bahwa wajah wanita itu terasa familiar bagi nya, Mungkin kah itu senior nya bernama li mei?.

Pada saat yang sama, li mei menarik tangan nya dari chen xiao hingga terkejut dan bergegas mendekati cermin itu dengan minghao. Chen xiao berkerut alis dengan tangan nya meraih di udara ke arah li mei.

"Hei" chen xiao menjadi frustasi.

Saat berikut nya, ming hao masih berdiri di sana, dengan perasaan emosinal yang masih di dalam benak dan pikiran nya.

Dia masih terguncang dengan apa yang baru saja dia lihat dan mendengar.

"Xiao hao, apa yang kamu rasakan?.." kata li mei menepuk bahu remaja itu hingga minghao terkejut dan bertegun sambil menoleh ke arah gadis muda.

"Ah, apa?.." mata minghao berkedip dengan bingung.

More Chapters