Pagi itu ... Aku bangun dengan tubuh yang masih terasa lelah .
Bukan lelah biasa .
Tapi seperti habis berlari jauh ... Tanpa benar-benar bergerak .
Aku duduk di tepi tempat tidur .
Kamar terlihat normal .
Cahaya matahari masuk dari jendela . Hangat . Tenang .
Seolah semua yang terjadi semalam ... Tidak pernah ada .
Seolah semua yang terjadi semalam ... Tidak pernah ada .
Aku menarik nafas panjang .
" Mungkin ... Sudah selesai ."
Aku mencoba meyakinkan diri sendiri .
Aku berdiri dan berjalan ke kamar mandi .
Air dingin menyentuh wajahku .
Segar .
Sedikit menenangkan .
Untuk beberapa saat ... Aku benar-benar merasa kembali normal .
Sampai aku melihat cermin
Awalnya tidak ada yang aneh .
Wajahku pucat ... Tapi masih wajar .
Mataku sedikit cekung ... Mungkin karena kurang tidur .
Aku menatap diriku sendiri beberapa detik .
Lalu -
Aku menyadari sesuatu .
Bayanganku ... Tidak langsung mengikuti gerakanku .
Aku diam .
Bayangan di cermin juga diam .
Tapi ada jeda .
Sangat tipis .
Hampir tidak terlihat ... Kalau tidak diperhatikan .
Jantungku mulai berdetak lebih cepat .
Aku mengangkat tanganku pelan .
Bayangan itu ... Mengikuti .
Tapi terlambat .
Sepersekian detik .
" Tidak mungkin..."
Aku berbisik pelan .
Mencoba menenangkan diri .
Mungkin hanya perasaan .
Mungkin hanya efek lelah .
Aku menunduk , membasuh wajah sekali lagi .
Air mengalir .
Dingin .
Nyata .
Saat aku kembali mengangkat kepala -
Aku membeku .
Di cermin ...
Aku masih berdiri disana .
Tapi ...bukan hanya aku .
Di belakangku ...
Ada seseorang .
Perempuan tua itu .
Dia berdiri sangat dekat .
Hampir menempel .
Rambutnya menjuntai kedepan .
Wajahnya sedikit miring ... seperti sedang mengamati ku dari sisi yang tidak wajar .
Dan matanya -
Menatap langsung ke arahku
Melalui cermin .
Aku langsung menoleh kebelakang .
Tidak ada siapa-siapa .
Kosong .
Perlahan ... Dengan tangan gemetar , aku kembali melihat ke cermin .
Dia masih disana .
Senyumanya melebar .
Lebih jelas dari sebelumnya .
Lebih ... Dekat .
" Kowe ora dhewekan ... "
Kamu tidak sendiri .
Air dari keran masih mengalir .
Tapi aku tidak bisa bergerak .
Tubuhku kaku .
Mataku terpaku di cermin .
Perempuan itu perlahan mengangkat tangannya .
Bukan ke arahku .
Tapi ke arah bayanganku .
Dan saat itu -
Aku melihat sesuatu yang membuat nafasku berhenti .
Bayanganku ... Tidak lagi mengikuti aku .
Bayangan itu ...
Mengikuti dia .
Aku mundur dengan panik .
Menabrak pintu kamar mandi .
Air masih mengalir deras ... Seperti suara yang menjauh dari kesadaranku .
Aku berlari keluar .
Jantungku hampir meledak .
Aku tidak peduli apapun lagi .
Ini bukan lagi gangguan .
Ini ... Sudah ikut bersamaku .
Dan untuk pertama kalinya aku benar-benar mengerti-
Apa yang dimaksud mbah wiryo .
' sing ndelok kowe ... Bakal tambah akeh "
yang melihatmu ... Akan semakin banyak .
