Cherreads

Chapter 5 - Bayangan yang tidak pergi

Pagi itu ... Aku bangun dengan tubuh yang masih terasa lelah .

Bukan lelah biasa .

Tapi seperti habis berlari jauh ... Tanpa benar-benar bergerak .

Aku duduk di tepi tempat tidur .

Kamar terlihat normal .

Cahaya matahari masuk dari jendela . Hangat . Tenang .

Seolah semua yang terjadi semalam ... Tidak pernah ada .

Seolah semua yang terjadi semalam ... Tidak pernah ada .

Aku menarik nafas panjang .

" Mungkin ... Sudah selesai ."

Aku mencoba meyakinkan diri sendiri .

Aku berdiri dan berjalan ke kamar mandi .

Air dingin menyentuh wajahku .

Segar .

Sedikit menenangkan .

Untuk beberapa saat ... Aku benar-benar merasa kembali normal .

Sampai aku melihat cermin

Awalnya tidak ada yang aneh .

Wajahku pucat ... Tapi masih wajar .

Mataku sedikit cekung ... Mungkin karena kurang tidur .

Aku menatap diriku sendiri beberapa detik .

Lalu -

Aku menyadari sesuatu .

Bayanganku ... Tidak langsung mengikuti gerakanku .

Aku diam .

Bayangan di cermin juga diam .

Tapi ada jeda .

Sangat tipis .

Hampir tidak terlihat ... Kalau tidak diperhatikan .

Jantungku mulai berdetak lebih cepat .

Aku mengangkat tanganku pelan .

Bayangan itu ... Mengikuti .

Tapi terlambat .

Sepersekian detik .

" Tidak mungkin..."

Aku berbisik pelan .

Mencoba menenangkan diri .

Mungkin hanya perasaan .

Mungkin hanya efek lelah .

Aku menunduk , membasuh wajah sekali lagi .

Air mengalir .

Dingin .

Nyata .

Saat aku kembali mengangkat kepala -

Aku membeku .

Di cermin ...

Aku masih berdiri disana .

Tapi ...bukan hanya aku .

Di belakangku ...

Ada seseorang .

Perempuan tua itu .

Dia berdiri sangat dekat .

Hampir menempel .

Rambutnya menjuntai kedepan .

Wajahnya sedikit miring ... seperti sedang mengamati ku dari sisi yang tidak wajar .

Dan matanya -

Menatap langsung ke arahku 

Melalui cermin .

Aku langsung menoleh kebelakang .

Tidak ada siapa-siapa .

Kosong .

Perlahan ... Dengan tangan gemetar , aku kembali melihat ke cermin .

Dia masih disana .

Senyumanya melebar .

Lebih jelas dari sebelumnya .

Lebih ... Dekat .

" Kowe ora dhewekan ... "

Kamu tidak sendiri .

Air dari keran masih mengalir .

Tapi aku tidak bisa bergerak .

Tubuhku kaku .

Mataku terpaku di cermin .

Perempuan itu perlahan mengangkat tangannya .

Bukan ke arahku .

Tapi ke arah bayanganku .

Dan saat itu -

Aku melihat sesuatu yang membuat nafasku berhenti .

Bayanganku ... Tidak lagi mengikuti aku .

Bayangan itu ...

Mengikuti dia .

Aku mundur dengan panik .

Menabrak pintu kamar mandi .

Air masih mengalir deras ... Seperti suara yang menjauh dari kesadaranku .

Aku berlari keluar .

Jantungku hampir meledak .

Aku tidak peduli apapun lagi .

Ini bukan lagi gangguan .

Ini ... Sudah ikut bersamaku .

Dan untuk pertama kalinya aku benar-benar mengerti-

Apa yang dimaksud mbah wiryo .

' sing ndelok kowe ... Bakal tambah akeh "

yang melihatmu ... Akan semakin banyak .

More Chapters