di tengah malam setelah makan malam bersama dengan semua orang di desa, Liu kecil berbaring di atas batu yang di bawahnya adalah kolam air ikan. dia mamndang langit yang indah dengan bintang bintang yang bercahya, banyak pertanyaan pertanyaan di kepalanya yang tak bisa ia jawab, namun hanya satu pertanyaan yang membuatnya sedih. "di mana ayah dan ibuku."
hal itu membuat Liu kecil merasakan rindu yang amat dalam, meski orang orang di desa memperlakukannya dengan sangat baik, tapi dalam hati kecilnya dia tidak bisa berbohong bahwa dirinya merindukan dan menginginkan kasih sayang ayah dan ibu mereka, dalam lamunannya Liu kecil, rubah kecil berjalan dan duduk di samping Liu kecil. "Liu Ren, apa yang sedang kah pikiran?"
perkataan Rubah kecil itu membuat Liu kecil tersadar dari lamunannya, Liu kecil menatap Rubah kecil itu."Cen`er, kau belum tidur?"
ucap Liu kecil sambil menatapnya.
"tidak, aku belum bisa tidur, dan jau belum menjawab pertanyaanku, apa yang kau lakukan di sini sendirian?"
Liu kecil memalingkan pandangannya ke atas langit malam dengan eskpresi sedih. "aku merindukan Ayah dan ibuku."
rubah kecil itu menatap Liu kecil dengan ekspresi empati, karena dirinya juga di tinggalkan oleh kedua orang tuanya. "memangnya, kemana orang tuamu pergi?"
Liu kecil menggelengkan kepalanya sambil menghela nafas. "aku tidak tahu, kakek bilang, mereka pergi menjalankan misi yang sangat berbahaya demi melindungi nyawa rakyat biasa."
Rubah kecil itu hanya bisa mengikuti pandangan Liu kecil ke langit. "begitu ya.... kalau begitu, kau juga harus jadi lebih kuat, jangan khawatir!... aku akan menemanimu dan menjadi temanmu selamanya."
Liu kecil menatap rubah kecil itu lalu tersenyum lemah ."terimakasih." ucap Liu kecil lalu memeluk rubah kecil itu.
singkatnya keesokan harinya, Liu kecil dan Rubah kecil itu pergi ke rumah sang kakek untuk mencari buku Kultivasi, berhubung sang kakek sedang pergi bersama paman paman yang lain untuk menanam obat spiritual, membuat Liu kecil bisa bebas menggeledah rumah kakeknya.
"uhukk.. apa kakek tidak pernah bersih bersih?" ucap Liu kecil sambil kesal lalu kembali memeriksa rak buku satu persatu, lalu rubah kecil tak sengaja menyenggol sebuah rak, lalu buku jatuh dari atas rak dan menimpa rubah kecil itu sampai pusing, saat rubah kecil itu sadar dia melihat buku di bawahnya. "Liu Ren, lihat ini." panggilnya ke Liu kecil, lalu Liu kecil bergegas menghampirinya. "ada apa Cen`er?."
Liu kecil dan Cen`er menatap buku di depan mereka, lalu saling memandang satu sama lain, dan tanpa ragu Liu kecil membuka buku itu,lalu buku itu menghembuskan energi kuat, kemudian sebuah secercah kesadaran yang menjelaskan isi buku itu muncul. "apa ini!!?." Cen`er menatap hal itu dengan mata terkejut, lalu dari secercah kesadaran itu mulai berbicara. "kultivasi adalah fondasi bagi semua mahkluk hidup jika ingin menjadi kuat, tapi mengambil jalan ini bukan hanya kekuatan yang di dapatkan, namun juga dengan kesengsaraan, kultivasi memiliki tingkatan Ranah yang membedakan kekuatan setiap kultivator, di antaranya itu adalah,"
1. Body foundation realm (alam dasar tubuh)
-Body Purification (pemurnian tubuh )
-Merdian Opening (pembukaan merdian)
-Qi Gathering (pengumpulan qi)
2. Soul Realm (alam jiwa)
-Condensation Soul (kondensasi jiwa)
-Soul Formation (pembentukan jiwa)
-Soul Core (inti jiwa) - (7 tahap)
3. world realm (alam dunia)
-Soul Seed (benih jiwa)
-World Release (pelepasan dunia) - (7 tahap)
-Dao Seed (benih Dao)
4. Heaven Realm (alam surgawi)
-Dao Heaven (Dao surgawi)
-Half God (setengah langkah dewa) - (4 tahap)
-True God (dewa sejati) - (awal, menengah, akhir)
-God King (raja dewa)
5. Imortal Realm (alam imortal)
-True Immortal (abadi sejati)
-Half-Immortal King (setengah langkah raja abadi) - (awal, menengah, akhir)
-Immortal King (raja abadi)
3 tahap:
perak :awal dominasi
silver : stabil dan kuat
emas: puncak raja abadi
6. Heavenly emperor (kaisar surgawi)
-emperor Fate Sovereign kaisar (penguasa takdir)
-emperor Fate Weaver (penenun takdir) - (5 tahap)
-Fate Severing - Memutus Benang Surgawi
-Karma Dissolution - Alam Keruntuhan Karma
-Void Crossing - Alam Lorong Hampa
-Self Annihilation -Tahap Pemusnahan
-Proto-Nirvana -setengah langkah Nirvana
-Nirvana Tribulation (ujian Nirvana)
7.Nirvana (puncak)
setelah secercah kesadaran yang menjelaskan tingakatan ranah kultivasi di dunia ini selesai dia mulai menghilang, Liu kecil dengan panik mencari apa saja yang bisa mencatat informasi tadi."Cen`er, cepat bantu aku, bantu aku menulis informasi ini sebelum kita berdua lupa." Liu kecil berlarian mencari sebuah alat tulis dan kertas lalu mulai mengingat semuanya dari awal. "kenapa kau buru buru begitu?, tenang saja, ingatanku itu sangat kuat dan aku mengingatnya."
Liu kecil tersentak lalu menatap rubah kecil itu. "benarkah?" ucapnya sambil mengguncang bahu rubah itu. "benar" ucap rubah kecil sambil menahan diri saat di guncang oleh Liu kecil.
"kalau begitu,sebutkan sekarang aku berada di ranah apa? apa tingkat kekuatanku." Liu kecil melepaskan rubah kecil itu lalu mebatapnya dengan tatapan penuh harap.
"ehmm... kau..." Liu kecil terus menatapnya dengan mata imutnya dan penuh harap. "kau hanya berada di ranah Body purification."
ucap rubah kecil itu sambil menahan tawa.
"apa!? hanya tingkat awal?" Liu kecil ambruk berbaring di tanah sambil menggerutu. "ternyata kekuatanku masih jauh dari kata kuat" rubah kecil itu berdiri di sampingnya sambil menatapnya dan menyilangkan tangannya. "kalah begitu kau harus mulai berlatih dengan giat." Liu kecil mengedipkan matanya lalu berdiri kemudian menatap rubah kecil itu. "benar, aku harus berlatih lagi.. aku baru ingat, kau akan menunjukan teknik langit yang kau punya, cepat ajari aku." Liu kecil dengan bersemangat menarik rubah kecil itu pergi dari rumah Sang kakek dan pergi ke bukit belakang desa.
singkatnya di bukit belakang desa, Rubah kecil mulai menunjukan kekuatannya dan menunjukan tekniknya. "lihat ini, aku hanya menunjukannya satu kali!." Liu kecil mengangguk lalu rubah kecil itu membuat segel rumit di tangannya kemudian dia mengangkat tangannya ke sampaing lalu sebuah cakar dengan cahaya keunguan yang pekat muncul, guncangan energi kekuatan itu sangat besar membuat Liu kecil bahkan terdorong mundur beberapa langkah, lalu rubah kecil itu mengibaskan lengannya dan cakar itu melesat dan membelah sebuah gunung dengan sangat mudah bahkan apapun yang di lewatinya hancur seketika.
Liu kecil memandang kejadian itu dengan kagum dan terkesan."itu hebat sekali Cen`er"
mendengar pujian itu, Rubah kecil itu merasa menjadi sombong, dia menyilangkan tangannya sambil menghela nafas bangga. "tantu saja, aku ini sangat kuat." Liu kecil menatapnya lalu berpikir singkat."apa tingkatan Ranahmu?" Rubah kecil itu langsung tersentak lalu menggaruk belakang kepalanya."ehh ituu.. hhee, Qi gathering."
mendengar itu Liu kecil membelalakan matanya dan berteriak. "apa!!!?."
