Cherreads

Chapter 370 - Glyryzer: 10.000 Tombak Beku

Endless Frost retak semakin dalam.

Langit putih yang tadinya sunyi kini dipenuhi garis-garis pecah seperti kaca raksasa yang ditekan dari dalam.

Storm dan Lgris berdiri saling berhadapan, napas mereka membentuk kabut tipis di udara beku.

Armor kristal Lgris telah dipenuhi retakan halus.

Lengan Storm juga membeku sebagian akibat tekanan Domain.

Namun tak satu pun mundur.

Lgris mengangkat Ice Sword-nya.

"Selama Domain ini berdiri," ucapnya dingin,

"Aku tidak akan kalah."

Storm menurunkan Glyzier Slasher perlahan.

Matanya yang biru menyala lebih dalam.

"Kalau begitu…" katanya pelan,

"Aku akan menghancurkan fondasinya."

Velora terdiam.

Kali ini—

Storm tidak meminta kehancuran mutlak.

Ia memanggil sesuatu yang sepenuhnya miliknya.

Aura Ice Emperor menyebar luas, bukan dalam bentuk badai, melainkan resonansi.

Tanah es bergetar.

Langit Endless Frost berdenyut.

Storm menancapkan Glyzier Slasher ke tanah.

Lingkaran es biru pucat menyebar dari titik itu, membentuk pola kompleks seperti mandala kristal raksasa.

Lgris menyadarinya.

"Ini bukan tebasan biasa…"

Storm membuka kedua matanya.

Suara retakan halus terdengar di seluruh dimensi.

Dari tanah, dari udara, dari gunung es yang tersisa—

Muncul tombak-tombak kristal.

Bukan ratusan.

Bukan ribuan kecil.

Melainkan—

Puluhan ribu.

Tombak-tombak es panjang dengan ujung setajam bintang beku melayang di langit Endless Frost, mengarah ke satu pusat.

Lgris memperlebar matanya.

"Kau memanggil es… dari seluruh Domainku?"

Storm berbicara tenang.

"Bukan memanggil."

"Tapi memerintah."

Aura Ice Emperor melonjak.

Glyryzer: 10.000 Tombak Beku.

Langit seakan runtuh.

Tombak-tombak itu melesat bersamaan.

Bukan sembarang hujan serangan—

Melainkan formasi presisi.

Sebagian menyerang Lgris secara langsung.

Sebagian menghujam pilar-pilar fondasi Domain.

Sebagian lainnya menusuk langit itu sendiri.

Lgris mencoba mengendalikan ulang hukum wilayahnya.

"Endless Frost—Obey!"

Namun resonansi Storm telah menyusup lebih dalam.

Ice Sword Lgris menebas puluhan tombak, menghancurkannya.

Namun untuk setiap tombak yang ia hancurkan—

Seratus lainnya menghujam fondasi dimensi.

Gunung es di kejauhan runtuh.

Langit retak semakin besar.

Pola simbol Domain di atas kepala mereka pecah seperti kaca.

Storm melangkah maju di tengah badai tombak beku.

Ia tidak menyerang Lgris secara membabi buta.

Ia menghancurkan wilayah dimensinya.

Tombak terakhir—yang terbesar—turun seperti pilar Surgawi dan menghujam pusat simbol Domain.

Suara retakan terdengar—

Pelan.

Lalu semakin keras.

Lalu—

CRAAAAAACK!!

Endless Frost pecah.

Bukan sekadar runtuh—

Melainkan hancur dari dalam.

Cahaya putih menyilaukan memenuhi pandangan.

Tubuh Storm dan Lgris terseret keluar oleh runtuhnya koordinat dimensi.

Langit malam H2700 kembali terlihat.

Bangunan-bangunan kota.

Lampu neon.

Asap tipis dari sisa pertarungan sebelumnya.

Storm mendarat di udara beberapa meter di atas gedung.

Glyzier Slasher menghilang perlahan menjadi partikel es.

Lgris jatuh berlutut di atap gedung seberangnya.

Armor kristalnya retak besar di dada dan bahunya.

Ice Sword miliknya hancur menjadi serpihan kecil yang menguap di udara.

Rizen dan Marika, yang sebelumnya tertahan, kini bebas dari tekanan Domain yang hilang.

Mereka menatap ke arah Lgris dengan keterkejutan.

"Domainmu telah… dihancurkan?" bisik Marika tak percaya.

Lgris terengah pelan.

Ia mengangkat wajahnya menatap Storm.

"Kau… menghancurkan dimensi ciptaanku."

Storm berdiri tenang.

Aura Ice Emperor telah mereda.

Ia kembali menjadi remaja yang berdiri di atas langit kota.

"Aku tidak ingin membunuhmu," katanya jujur.

"Aku hanya ingin pertarungan ini berhenti."

Angin malam berhembus pelan menggantikan badai es.

More Chapters