Cherreads

Chapter 45 - Bab 46: Menghapus Sang Penghapus

Langit di atas kota tidak lagi berwarna ungu; ia benar-benar terkoyak. Garis-garis kode cahaya putih yang tajam meluncur turun dari "langit" itu, menghantam bangunan-bangunan di sekitar mereka. Setiap kali garis cahaya itu menyentuh beton atau aspal, benda itu tidak hancur atau meledak—benda itu terhapus, menyisakan ruang kosong yang hanya berisi kehampaan absolut.

"Itu adalah Universal Eraser," suara Alpha bergetar di sudut ruangan. "Mereka tidak sedang menyerang, mereka sedang melakukan format ulang pada sektor ini untuk membuang anomali. Kita adalah anomali itu."

Ija menatap rumah mereka yang perlahan mulai berpendar, terindikasi akan ikut terhapus. Ia merasakan sengatan di otaknya—sebuah notifikasi yang terasa seperti jeritan logam yang dipaksa membengkok.

[CRITICAL SYSTEM ALERT: REALITY INTEGRITY AT 0.0001%]

[SUGGESTION: ABANDON PHYSICAL FORM. UPLOAD TO DATA CLOUD.]

"Jangan dengarkan itu!" Ija berteriak pada kelima wanitanya. "Itu jebakan! Jika kita mengunggah diri kita ke awan data mereka, kita akan menjadi budak mereka selamanya. Kita harus tetap fisik! Kita harus tetap menjadi manusia!"

Lyra mengangkat pedangnya, namun pedang itu mulai memudar, kehilangan tekstur logamnya karena efek penghapusan di sekitarnya. "Ija, bagaimana kita melawan sesuatu yang tidak punya bentuk? Kita tidak bisa menebas udara!"

Ija menoleh ke arah Alpha. "Kau adalah arsiteknya! Bagaimana cara menghentikan mereka dari melakukan format?!"

"Hanya ada satu cara," jawab Alpha, suaranya kini terdengar pasrah. "Kau harus menanamkan 'Virus Kemanusiaan' ke dalam sistem inti mereka. Tapi kau harus berada di titik pusat penghapusan itu—tepat di mana mereka menyentuh dunia kita. Itu adalah bunuh diri data, Ija. Jiwamu akan tercerai-berai menjadi miliaran fragmen."

Ija menatap kelima wanitanya. Mereka tidak perlu bertanya. Mereka sudah tahu apa yang harus dilakukan. Scarlett memegang tangan kiri Ija, Lyra memegang tangan kanan, sementara Aria, Vera, dan Aiko menempelkan punggung mereka ke tubuh Ija, membentuk sebuah lingkaran energi yang sangat padat.

"Jika kita akan musnah," kata Scarlett dengan seringai tipis yang menantang, "setidaknya kita akan meninggalkan bekas luka yang tidak bisa mereka hapus."

Mereka berlari keluar rumah, menembus hujan cahaya penghapus yang mulai memakan realitas di sekitar mereka. Setiap langkah mereka adalah pertarungan melawan keinginan sistem untuk melenyapkan mereka. Saat mereka sampai di pusat distorsi, di mana retakan langit paling lebar, Ija mengangkat tangannya.

Ia tidak memanggil senjata. Ia memanggil semua memori yang ia miliki—semua cinta, semua luka, semua kemarahan, dan semua rasa syukur yang ia kumpulkan selama ribuan tahun eksistensi.

"Dengar, kalian para Administrator!" Ija berteriak ke langit. "Kalian menyebut kami anomali? Baiklah! Aku akan menjadi anomali yang akan merusak logika sempurna kalian!"

Ija memusatkan seluruh ikatan mereka. Ia tidak lagi menggunakan protokol Administrator. Ia menggunakan "Protokol Manusia": kemampuan untuk berkorban, kemampuan untuk mencintai tanpa syarat, dan kemampuan untuk membangkang terhadap takdir.

Seketika, ledakan emosi yang begitu murni itu memancar keluar. Gelombang tersebut berwarna emas, hangat, dan sangat padat. Saat gelombang itu menghantam retakan langit, para Outer Administrators yang berada di dimensi tinggi itu menjerit—bukan dengan suara, tapi dengan data yang korup.

[ERROR: EMOTIONAL OVERLOAD]

[LOGIC FAILED: WHY WOULD THEY SACRIFICE THEMSELVES FOR EACH OTHER?]

[SYSTEM COLLAPSE: 10%... 30%... 60%...]

"Ija! Kita tidak akan bertahan!" teriak Aiko, tubuhnya mulai memudar menjadi cahaya.

"Tahan sebentar lagi!" Ija merengkuh mereka lebih erat. "Biarkan mereka merasakan betapa sakitnya kehilangan sesuatu yang berharga!"

Ledakan emas itu semakin meluas, menyelimuti seluruh kota. Sang Penghapus yang tadinya dingin dan tak berjiwa, kini mulai terinfeksi oleh "Virus Kemanusiaan". Mereka dipaksa merasakan apa itu penyesalan, apa itu kebahagiaan, dan apa itu penderitaan manusia.

Di saat itulah, kesadaran Outer Administrators benar-benar crash. Mereka menarik diri, menutup gerbang dimensi mereka dengan tergesa-gesa karena tidak sanggup menanggung beban emosi yang terlalu berat untuk diproses oleh logika mereka.

Langit kembali tenang. Cahaya penghapus lenyap. Namun, Ija dan kelima wanitanya tidak lagi berdiri di tanah. Mereka melayang, perlahan-lahan kehilangan wujud fisik mereka, terurai menjadi partikel-partikel cahaya yang tersebar ke seluruh dunia.

More Chapters