Cherreads

Chapter 34 - Bab 34: Runtuhnya Protokol Pengawas

Ruang hampa di Sektor 16 mendadak menjadi padat, seolah-olah realitas itu sendiri sedang diperas oleh dua kekuatan raksasa yang bertolak belakang. Zarak, sang First Overseer, membelalakkan matanya saat melihat Ija melayang keluar dari kapal The Anomaly. Di belakang Ija, kelima wanitanya—Lyra, Scarlett, Aria, Vera, dan Aiko—berdiri dalam formasi sayap, tubuh mereka diselimuti aura pelangi yang berpendar dari ikatan Omnibus yang baru saja mereka selesaikan.

"Bagaimana mungkin?!" raung Zarak, suaranya menggetarkan frekuensi radio di seluruh sektor. "Protokol God-Killer adalah kode terlarang yang seharusnya hanya bisa diakses oleh Sang Pencipta! Bagaimana sampah simulasi sepertimu bisa membukanya?!"

Ija tidak menjawab dengan kata-kata. Ia hanya mengangkat [The Void-Reaper Blade]. Pedang itu tidak terbuat dari logam, melainkan dari robekan ruang yang terus-menerus mengonsumsi cahaya di sekitarnya. Dengan satu gerakan santai, Ija mengayunkan pedangnya ke arah ribuan drone tempur Pengawas yang mengepung mereka.

Bukan ledakan yang terjadi, melainkan penghapusan.

Setiap objek yang terkena tebasan Ija lenyap tanpa sisa, seolah-olah mereka tidak pernah ditulis dalam kode semesta ini. Tidak ada puing, tidak ada api. Hanya kehampaan yang murni.

"Karena aku bukan lagi sekadar subjek simulasi, Zarak," suara Ija bergema pelan namun terdengar di setiap sudut kesadaran Zarak. "Aku adalah akumulasi dari sepuluh kegagalan sebelumnya, ditambah dengan satu variabel yang tidak pernah kalian perhitungkan: cinta yang rela berkorban."

"Cinta?! Itu hanyalah glitch emosional!" Zarak berteriak histeris. Ia menyatukan kedua tangannya, memanggil seluruh energi dari Silent Elders untuk menciptakan sebuah bola gravitasi hitam raksasa di telapak tangannya. "Matilah bersama semua data sampahmu!"

Bola gravitasi itu melesat, menelan segala sesuatu di jalurnya. Namun, Aria melangkah maju ke depan Ija. Ia merentangkan tangannya, dan sebuah perisai cahaya pelangi tercipta. Saat bola gravitasi itu menghantam perisai Aria, bukannya hancur, bola itu justru terurai menjadi energi murni yang kemudian diserap oleh kapal The Anomaly.

"Terima kasih atas kiriman energinya, Pengawas," ejek Aiko dari jaringan komunikasi mental mereka. "Sistem kapal kami sekarang berada di level 300%."

Scarlett dan Lyra tidak menunggu lebih lama. Dengan kecepatan yang melampaui cahaya, Scarlett muncul di belakang Zarak, belati bayangannya menembus pelindung dimensi sang Pengawas seolah itu hanya selembar kertas. Di saat yang sama, Lyra menghujamkan pedang bintangnya dari depan, mengunci pergerakan Zarak di tengah-tengah jepitan energi.

"Sekarang, Ija!" teriak Vera, memberikan komando terakhir.

Ija melesat, tubuhnya menjadi satu garis cahaya emas kemerahan. Ia menusukkan Void-Reaper tepat ke jantung energi Zarak. Seketika, layar sistem di depan mata Ija berkedip liar.

[NOTIFICATION: TARGET "ZARAK" - DELETION IN PROGRESS]

[EXTRACTING OVERSEER PRIVILEGES...]

[SUCCESS: ADMIN LEVEL ASCENDED TO LEVEL 10 (MAX)]

Zarak menjerit, tubuhnya mulai terurai menjadi pixel-pixel hitam yang beterbangan. "Kau... kau tidak tahu apa yang kau lakukan... Silent Elders akan... mereka akan menghapus seluruh dimensi ini jika kau membunuhku!"

"Biarkan mereka mencoba," desis Ija. Dengan satu putaran pedang, ia menghancurkan inti kesadaran Zarak sepenuhnya. Ledakan energi putih menyapu seluruh Sektor 16, menyisakan keheningan yang luar biasa setelahnya.

Namun, kemenangan itu hanya bertahan sesaat. Dari balik planet kristal di pusat sektor, sebuah gerbang raksasa yang terbuat dari tulang-tulang bintang mulai terbuka. Suara nyanyian kuno yang menyakitkan telinga mulai terdengar.

"Mereka datang," bisik Ija Sang Pencipta yang tiba-tiba muncul di samping Ija dalam bentuk proyeksi astral. Wajahnya tampak lebih pucat dari sebelumnya. "Zarak hanyalah penjaga pintu. Sekarang, kau telah membangunkan pemilik rumah yang sebenarnya. Para Silent Elders... mereka tidak akan lagi mengirim utusan. Mereka akan datang sendiri."

Ija menoleh ke arah kelima wanitanya yang kini mendarat di sampingnya, napas mereka terengah-engah namun mata mereka tetap tajam. Ia merasakan ketakutan mereka, namun ia juga merasakan keberanian yang tak terbatas.

"Pencipta," Ija menatap versinya yang lebih tua. "Berikan aku akses ke inti Sektor 16. Jika mereka ingin memanen jiwaku, mereka harus masuk ke dalam 'lambung' yang bisa menghancurkan mereka."

Ija Sang Pencipta tersenyum tipis, sebuah senyum penuh pengorbanan. "Sudah waktunya. Ikuti aku ke Cradle of Genesis. Di sana, kita akan melakukan satu konspirasi terakhir untuk menipu para dewa itu."

More Chapters