Semua mayat di sekitar mereka itu, menjauh sejarak dua per mil seolah olah menyapu dengan hembusan angin dahsyat. itu di sebabkan lonceng perak mengeluarkan suara keras dan kasar. artefak itu terus berulang ulang kali bersuara!.
Ding!
Ding!
zhu xilin sedikit takjud, hati nya merasa terguncang. dia melihat sebuah lonceng besar tergantung di langit, mengeluarkan suara yang keras, apalagi lapisan yang bersinar redup memunculkan simbol simbol kuno.
" siapa yang mengendalikan lonceng itu? "
Zhu xilin sedikit linglung jika di lihat sejarak dua atau tiga per mil masih bisa terlihat samar siapa yang dikendalikan benda itu. tetapi, para mayat itu berkerumunan menutupi sekitar nya dengan tidak teratur.
namun, segera ini, Zhu xilin menarik pedang nya dari permukaan tanah yang telah mengalami retakan, dengan jejak sisa energi sihir.
dia mengayunkan ke samping, pedang nya bersinar dengan kecepatan secepat kilat, menebas yang ada di hadapan nya.
" teknik penghancur bumi! "
satu tebasan horizontal membentuk setengah lengkungan lingkaran dengan jejak sihir nya. tebasan itu perlahan lahan membesar dan besar.
tepat pada sasaran nya mengenai mayat mayat hidup yang hendak mendekati nya. zhu xilin membuka jalan hendak menemui arah mereka.
Dentang!
Zhu xilin terus membelah dan belah yang hendak menghalangi nya, mengayunkan pedangnya dengan luar biasa. tebasan lengkungan dengan jejak sihir itu menyebar segalanya.
para murid yang telah mencapai ' pembentukan esensi jiwa, tahap pertama.' mengaktifkan kekuatan sihir dengan pedang mereka, semuanya bertindak menebas tanpa ragu. ketika saat para mayat berkulit pucat itu ingin menyerang nya.
Serang!
Di sisi lain, kedua tangan zimo membentuk segel. dia mengendalikan lonceng perak di atas kepala nya dari udara. segera ini, zimo menurunkan lonceng itu di hadapan nya dan melemparkan ke arah para mayat itu.
Ding!
Dalam sejarak satu meter, zimo melirik ke sisi kanan nya. dia melemparkan lonceng perak saat dia melihat salah satu rekan nya yang bertubuh kecil, hampir di serang oleh mayat lain.
" saudara!, kemarilah berlindung dengan saya " teriak zimo. murid bertubuh kecil mengangguk dengan ketakutan, dia bergegas berlindung di belakang zimo.
" saudara ku, tolong lindungi aku! "
ekspresi murid itu ketakutan dan beberapa detik ini ketakutan nya sedikit mereda saat dia tiba di belakang zimo. murid berhidung itu mengangguk tegas.
lalu, ketika kedua nya bergabung, zimo dan rekan nya bekerja sama menyerang mayat mayat lain di sekitar mereka.
" saudara, bisa kah kamu menyerang mereka? "
murid berhidung kecil melebarkan sedikit kedua kaki dengan bentuk vertikal, kedua lututnya agak melekuk seperti kuda kuda. dia mengulurkan cengkraman tangannya di hadapan makhluk busuk itu.
" em, saya sedikit bisa melakukan nya.." rekan itu berubah sedikit serius saat dia mengacungkan pedang nya di hadapan para mayat itu.
saat itu juga, Zhu xilin dan para murid nya menyerang mayat mayat itu secara habis habisan ketika mereka kembali bergabung dengan membuka jalan bersama, dan membentuk kelompok. tetapi, setelah membunuh mayat itu dengan cukup waktu yang lama. tubuh mayat itu kembali bangkit, mereka mengalami revolusi!.
Melihat hal ini, para murid itu tercengang. bagaimana mungkin makhluk itu bisa hidup kembali?, apakah ada mantra yang mengendalikan mereka?.
zhu xilin mengerutkan alisnya. situasi di sini lebih rumit, tidak bisa di bayangkan oleh mereka. bahkan setelah, mereka melarikan diri dari lembah gunung, lebih banyak makhluk makhluk lain dari hutan kematian, datang menyerang mereka.
Dalam beberapa detik ini, para mayat itu kembali mendekati, saat para muridnya terus mundur selangkah demi selangkah. ekspresi Zhu xilin rumit ketika dia hendak menebas makhluk tersebut, dengan mengayunkan pedangnya sekali lagi. tetapi tetap saja hasil nya seperti ini, makhluk itu terus kembali berevolusi setiap kali ingin di targetkan oleh nya. dan itu sangat sia sia.
lalu, tiba tiba langit hitam mengeluarkan suara gemuruh yang dalam, sinar jejak petir biru yang singkat melintas. di balik kabut awan itu muncul sesosok misterius. namun, sosok itu melambaikan tangan nya dengan lembut. siapa kah dia?.
Sekilas Zhu xilin dan para murid merasa terguncang melihat sosok siluet itu!.
sebuah batu besar tidak terhitung jumlah menyelimuti cahaya api, turun dengan cepat seperti luncuran meteor. batu tersebut menargetkan ke arah mereka, Zhu xilin dan yang lainnya langsung membuat formasi penghalang. kedua tangan mereka membentuk segel, cahaya emas berkilauan di antara jari- jari mereka.
lingkaran emas menyala dan naik membentuk kubah tertutup. zhu xilin dan murid nya menganalisis jika batu besar itu menyerang mereka. tetapi ini tidak sesuai di luar dugaan nya, dengan seksama batu itu menghantam para mayat itu sekitar nya.
" ini..tidak masuk akal " gumam zimo.
...
Akhir nya batu tidak terhitung jumlah nya membuat ledakan hebat di mana mana. desiran debu mengepul, menyapu naik dan turun. semua mayat yang bergerak tanpa henti di hancurkan dengan waktu singkat dari sisi ke sisi. mereka hangus terbakar.
Duar!
Duar!
pada saat kekacauan ini tidak berlangsung lama nya, Zhu xilin mendongak ke atas, dia menatap banyak nya batu yang terjun ke langit dengan suara gemuruh yang dalam. sosok masih tetap berdiri, tidak menunjukkan tanda tanda.
Beberapa detik ini, sosok itu mengeluarkan suara yang agak dalam, dia mengatakan beberapa kalimat.
" ini bukan lah tempat untuk di tempati, pergilah.."
zhu xilin dan yang lainnya terkejut saat mendengarkan sosok itu. mereka tidak mengira jika sosok itu hanya datang membantu tanpa deklarasi serangan hebat kepada mereka.
Segera ini, mereka membungkuk, memberi hormati kepada sosok itu. " terimakasih senior, karena sudah menolong kami, kami berhutang budi kepada anda.."
" hm.." sosok itu berdengung.
tidak lama lagi, mereka bergegas pergi meninggalkan tempat kejadian hingga terbang ke udara. selepas mereka pergi, sosok itu perlahan lahan menampakkan diri saat kabut hitam perlahan memudar dan jejak petir segera mereda.
