"Benarkah?, seperti nya sifat guru benar benar menjengkelkan ya.." sudut bibir chen xiao berkedut dengan ekspresi sedikit rileks dan kedua tangan nya menyilang di dadanya. Ming hao menoleh ke belakang dengan tegang dan terkejut saat chen xiao mengatakan itu. Dia mulai ketakutan dan memilih diam. Chen xiao mulai berjalan selangkah demi selangkah mendekati ming hao dan li mei. Ming hao menatap chen xiao mulai mendekati nya. Dia menelan ludah di tenggorakan nya dan ming hao melirik li mei dengan ekspresi khawatir.
"Kamu benar junior ming, rasa nya aku lebih baik belajar sendiri dan tidak perlu repot repot belajar dari nya." ekspresi li mei serius dan bersemangat. Chen xiao membungkuk di hadapan li mei dengan senyuman sinis dan tetap tenang. "oh, ingin belajar sendiri tanpa seorang guru kah?.."
"Itu benar..sebentar, ini bukan suara mu. Junior ming." li mei menoleh di samping nya melihat ekspresi ming hao ketakutan dengan melirik ke arah lain, tepat nya chen xiao. Li mei perlahan lahan menoleh ke belakang dengan ketakutan dan terkejut, dia mulai menelan ludah di tenggorokan nya. Saat ini, li mei menatap chen xiao takut.
"Sudah selesai mengejek guru ini?,hmm.." chen xiao menatap li mei dengan tenang.
Kemudian, ming hao dan li mei menundukkan kepala, mata mereka melirik sekitar tanah dengan diam. Chen xiao menatap kedua murid nya tegas dan sedikit tenang, lalu perlahan lahan chen xiao menghela nafas panjang.
" Baiklah, bisakah kita mulai? " kata chen xiao tenang. Ekspresi nya berubah tenang dan tersenyum tipis.
Kedua murid itu saling bertukar pandangan dan sedikit tidak bersemangat. li mei sedikit berpikir dan mengatupkan bibir nya. Ming hao sedikit mengeluh saat dia melirik senior nya.
" Metode hari ini tidak lah berat, lagi pula ini membutuhkan tingkatan spiritual dari fisik kalian. Jadi kalian harus melakukan pelatihan fisik lebih dulu..baru setelah itu kalian akan latihan spiritual..aku akan memberikan kalian contoh tentang niat membunuh ini..pertama, keluarkan inti aliran spiritual dari tubuh kalian.." ekspresi chen xiao berubah, dia sedikit dingin dan tegas, sudut mata chen xiao mengeluarkan guntur biru dan menyala.
Tiba tiba, tubuh chen xiao mengeluarkan cahaya keemasan dengan intens, sekitarnya mengeluarkan angin gemerisik dalam beberapa detik mengguncang area wilayah bambu. kedua murid itu terkejut dan mata mereka melebar saat cahaya keemasan dihadapan chen xiao terus menyebar di sekitarnya.
ini?.. kedua murid itu bergumam dan bertegun. Hati mereka berguncang. Bagaimana mungkin guru nya bisa menyebarkan spiritual sebanyak itu?. ini pertama kali mereka melihat nya dengan sangat tidak percaya.
Saat ini terjadi, desiran debu dari tanah mengeluarkan riak riak bergelombang di sekitar kedua kaki chen xiao. Dedaunan kering beterbangan naik turun di udara dan rumput rumput liar yang berdiri bergoyangan histeris saat riak gelombang dengan desiran debu menyapu segala nya. Namun, ming hao dan li mei tidak mengeluarkan sepatah kata apapun, mereka hanya merenung dan terdiam dengan terkejut, mempelajari pemahaman mengendalikan spiritual yang cukup intens di lihat nya.
Kedua,..kendalikan niat hati kalian.." chen xiao mengendus dingin dan tatapan nya sangat dalam dengan intens. aura nya sangat mengintimidasi dan tak tertandingi.
Dan, terakhir adalah..kendalikan tingkat kultivasi kalian dengan kuat.." sekilas cahaya keemasan meletus dan menyebar segala hal, membentuk riak riak gelombang yang dashyat hingga desiran debu perlahan lahan mengepul dan naik ke udara membuat area wilayah bambu hendak ingin runtuh sekejab. Namun, cahaya keemasan juga melonjak ke langit menembus empat lapisan, itu menimbulkan kabut awan berangsur angsur membentuk pusaran.
Pada saat yang sama, lengan baju ming hao dan li mei terangkat menutupi pandangan mereka saat desiran debu mengepul ke arah mereka. dan tubuh kedua murid itu juga tampak tegang dan gemetar saat mereka perlahan lahan menatap guru nya sangat dalam, seolah olah mereka melihat iblis besar yang mengerikan di dalam nya.
" mengapa aku merasa..guru seperti bukanlah manusia.." kedua murid itu dengan kompak mengatakan di benak nya dan mengerutkan alis, tubuh mereka tampak goyah, pakaian dan rambut panjang mereka bergerai gerai. Ming hao dan Li mei berkeringat dingin saat menatap guru nya tidak berlangsung lamanya.
saat ini, beberapa detik, Chen xiao menghela nafas dan tangan nya langsung melambaikan angin di hadapan nya. dia menghentikan niat membunuh nya dari sini sampai tuntas. pada saat yang sama, cahaya keemasan perlahan lahan memudar dan menghilang. namun, desiran debu yang mengepul menghantam segala nya berhenti sekejab. keadaan menegangkan sebelum nya mulai kembali normal.
Tubuh ming hao dan li mei kembali tegap menatap Chen xiao dengan ekspresi sedikit serius dan rileks.
meskipun demikian, kedua murid itu saling bertukar pandangan dengan mengangguk tegas. mereka langsung berlutut satu kaki dengan kedua tangan menggenggam di hadapan Chen xiao, kompak berbicara dengan tegas.
" guru!, ajari kami seperti anda!.."
Chen xiao tersenyum mendengar kekompakkan mereka dengan tegas dan yakin. " baiklah " ekspresi nya rileks dan tenang. Sudut bibir chen xiao langsung berkedut.
" kita mulai dari...
——
Terik sinar matahari mulai naik ke udara, perlahan menghangatkan setiap penjuru wilayah. Bambu yang menjulang tinggi dalam jumlah tak terhitung berdiri tegak, menyelinap lembut di antara celah-celah cahaya keemasan dan memantulkan bayangan samar yang menari di permukaan tanah, ketika angin sejuk berhembus secara lembut.
Pinggiran tebing yang tinggi sekitar lima kilometer, ming hao dan li mei berlari lambat di sana tampak hampir lelah, dipunggung mereka membawa tas keranjang rotan berisi batu batu besar di dalam nya. beberapa menit kemudian, mereka mendaki, sekujur tubuh mereka sedikit basah saat keringat terus mengucur setetes demi setetes, ketika matahari menyengat ke kulit mereka.
Li mei mulai berlari kembali dengan pantang menyerah saat setelah tiba di tebing pertama. "xiao hao, ayo!.."
" senior mei, tunggu...aku.." tenggorokan Ming Hao hampir kering, wajah nya penuh dengan keringat. saat dia tiba di tebing pertama yang sama dengan li mei, dia menyeka keringat di lengan baju nya. nafas ming hao terengah engah ketika dia kembali berlari sedikit goyah mengejar li mei.
tidak lama ini, ming hao dan li mei mendaki tebing kedua yang lebih tinggi sekitar delapan kilometer berikut nya, kedua murid itu meraih batu batu yang berada di dinding dan setelah tiba di tempat, mereka mendaki lagi satu tebing berikut nya yang bahkan lebih tinggi daripada sebelumnya dengan pantang menyerah.
angin sejuk menghembus ke arah mereka ketika kedua murid itu merayap di dinding bebatuan yang gemerlap. sehelai rambut mereka bergerai gerai dengan lembut.
wou wou wou!
beberapa jam kemudian, ming hao dan li mei tiba di puncak tebing yang sangat tinggi sekitar dua puluh tiga kilometer, matahari telah lama semakin naik tepat berada di atas kepala mereka, meninggalkan jejak bayangan di bawah kaki mereka. kedua murid itu berdiri dengan goyah dan berjalan bertatih tatih.
namun, mereka menyadari keberadaan chen xiao, tepat di tepi puncak tebing di hadapan mereka. Chen xiao berdiri dengan tegak dan rileks, dia menatap pemandangan mengesankan di penjuru dunia, di puncak tebing ini. kedua tangan Chen xiao melipat di belakang pinggang nya.
" sudah selesai?.." Chen xiao berbalik dengan senyum tenang ke arah kedua murid nya.
Ming Hao dan li mei saling bertukar pandangan dengan lelah dan berkeringat, mereka langsung mendekati chen xiao di hadapan nya. Chen xiao menghela nafas pendek menatap kedua murid nya yang tampak sangat lelah, " aku beri kalian istirahat satu setengah jam, mengerti.."
" akhirnya.." kedua murid itu langsung melepaskan tas keranjang di punggung nya dan berbaring di tanah.
