Aku tidak tahu berapa lama aku terdiam .
Waktu terasa berhenti .
Perempuan tua itu ... semakin turun .
Perlahan .
Tanpa suara .
Tanpa ekspresi yang bisa ku pahami .
Jaraknya kini tidak lebih dari satu meter dari wajahku .
Aku bisa melihat rambutnya yang kusut, menjuntai seperti tidak pernah disisir selama bertahun-tahun . Bau lembab mulai tercium ... Seperti kayu lapuk yang lama terendam .
Aku mencoba menggerakkan jari .
Tidak bisa .
Tubuhku benar-benar tidak merespon .
"Jangan ... Lihat matanya ..."
Suara itu tiba-tiba muncul .
Pelan . Serak . Seperti berbisik cepat di telingaku
Padahal aku sendirian .
Atau setidaknya aku pikir begitu .
Perempuan tua itu berhenti turun .
Diam .
Seolah mendengar Sesuatu yang sama .
Jantungku semakin tidak karuan .
Aku ingin menutup mata , tapi rasa penasaran justru lebih kuat .
Sedikit ... Demi sedikit ... aku mengangkat pandanganku .
Dan disaat itulah aku melihat wajahnya .
Pucat .
Keriput .
Matanya ... Cekung dalam .
Tapi yang membuatku hampir kehilangan kesadaran —
Matanya terbuka lebar ... dan menatap tepat ke arahku
Dia tahu aku melihatnya .
Senyumnya perlahan terbentuk .
Bukan senyum biasa .
Tapi seperti seseorang yang ... Sudah lama menunggu .
" Wis wayahe ..."
Bukan bisikan .
Perempuan itu yang berbicara .
Bahasanya halus ... tapi entah mengapa aku langsung mengerti artinya .
Sudah waktunya .
Untuk apa ?
Aku bahkan tidak tahu .
Tiba - tiba—
Tubuhku terasa ringan .
Seperti ada sesuatu yang ditarik keluar dari dalam diriku.
Aku panik.
Tapi justru terasa semakin terasa ... Ada bagian dari bagian diriku yang mulai terlepas .
" Jangan ikut ..."
Suara itu muncul lagi .
Dan bersamaan dengan itu--
BRAKK!
Pintu kamar seperti terbanting keras .
Dalam sekejap ... Semuanya hilang .
Aku langsung terbangun - benar benar terbangun kali ini .
Nafasku memburu . Keringt dingin membasahi seluruh tubuhku .
Aku menoleh ke arah pintu .
Tertutup rapat .
Tidak ada siapa-siapa .
Mimpi ?
Tidak .
Itu terlalu nyata untuk disebut mimpi .
Lalu pandanganku jatuh kearah tangan kananku .
Ada sesuatu disana .
Bekas ... Seperti genggaman .
Ini belum selesai .
Ini baru malam pertama .
