Cherreads

Chapter 3 - Pure blooded

di hari berikutnya, Liu Ren bersama anak anak seumurannya pergi ke sebuah lembah untuk mencari telur burung, di sana mereka berjalan di sekitar lembah yang gelap tanpa cahaya. "ahg' serius kita harus pergi ke tempat berbahaya ini? di tempat lain ada banyak telur burung yang enak"

lirik anak kecil di sebelah Liu Ren. "jika kau takut pulang saja, aku tidak ingin melewatkan kesempatan ini"

Liu Ren berjalan terlebih dahulu, dia menyalakan obor untuk penerangan dan di ikuti oleh teman temanya, di dalam kedalaman lembah yang gelap, mereka semua berjalan mengendap endap, tak ingin mengundang masalah apapun yang dapat membunuh mereka.

"emm, Xiao Ren, kita pulang saja, aku merasa tempat ini mengerikan"

ucap seorang anak kurus yang berpegangan pada Liu Ren. "jangan khawatir kita bisa keluar dari sini setelah mendapatkan telur yang enak." mereka semua terus masuk ke dalam lalu di kedalaman lembah, cahaya matahari bersinar menyinari sebuah sarang telur di atas batu yang sedikit besar. "lihat, sudah aku bilang ada hal bagus di sini." Liu Ren dengan semangat berlari ke arah sarang burung itu, lalu dengan perlahan dia mengambil telur besar itu, dan dengan cepat berlari bersama temannya.

"hngg... hari ini kita makan enak"

mereka semua berlari bersama dengan perasaan takut, tapi tidak bagi Liu Ren.

di sisi lain burung Phoenix emas kembali ke sarangnya, dia menatap telurnya yang hilang, lalu dengan gesit dan juga marah dia terbang dan mengikuti jejak dari aura tubuh manusia yang mengambil telurnya, saat Liu Ren dan teman temanya berlari, mereka di kejutkan oleh suara lolongan burung Phoenix, mereka semua panik. "tamatlah kita" bocah laki laki itu berlari semakin kencang karena tidak ingin mati oleh seekor burung, di saat mereka semua berlari larian dengan panik, lalu bola api melayang ke araj mereka, meledakan jalur pelarian mereka, Liu Ren dan teman temannya terjatuh ke tanah, telur yang di bawa Liu Ren retak, sementara itu Burung Phoenix itu berdiri di depan mereka, burung itu menatap telurnya yang retak, lalu dengan marah dia melolong dan menyerang Liu Ren dan teman temanya, mereka semua dengan refleks bergegas pergi berlarian ke sana ke mari karena ketakutan, burung Phoenix itu terus melancarkan serangan api yang membuat lembah bergetar dan akan runtuh, Liu Ren bergegas mengambil anak panahnya, dan dengan cepat panah itu melesat dan melukai matanya, namun serangan yang lemah itu tiak membuat burung Phoenix itu melemah, malah membuat burung itu marah.

Liu Ren menyuruh teman temanya pergi lebih dulu, sementara Liu Ren memancing burung itu ke sebuah lembah sempit. "kita lihat apakah tubuh besarmu bisa masuk ke sini." Burung Phoenix itu melolong keras ke sebuah celah yang di masuki Liu Ren, dan dengan kekuatanya Burung itu menghancurkan celah itu, di sisi lain teman teman Liu Ren berlari ke desa kembali, meminta bantuan karena Liu Ren dalam bahaya, orang orang dewasa yang ahli memburu itu bergegas pergi ke lembah tempat Liu Ren ada di sana.

sementara itu, Liu Ren tertutupi oleh puing puing batu, tubuhnya terluka parah, tanganya patah dan darah menetes dari mulut dan kepalanya, sementara itu Burung Phoenix itu pergi setelah merasa bahwa Manusia yang di incarnya itu telah mati,

saat mata Liu Ren masih terbuka, dia melihat sekilas sesosok wanita yang belum pernah dia lihat, lalu batu batu yang menimpa Liu Ren menempel kembali ke lembah di sana, kebingungan itu tak berlangsung hanya di sana, Liu Ren terbawa ke sebuah tempat, sebuah tempat yang bahkan tidak pernah ia lihat, namun di bawahnya ada banyak arus sungai yang aneh. "tempat apa ini?"

saat Liu Ren menatap ke depan, wanita dengan pakaian berwarna biru berwajah cantik dan memiliki aura yang sangat kuat, Liu Ren menatapnya dengan kagum dan bingung. "apa kau yang menyelematkanku?"

wanita di depannya itu hanya mengangkat tangannya dan menunjuknya, lalu mengambil darah di bibirnya "ini memang kau, tapi aku terlalu cepat"

perkataan singkat itu membuat Liu Ren bingung, "apa maksudmu?..."

tatapan Liu Ren menatap Wanita itu dengan penuh pertanyaan. "belum saatnya kau mengetahuinya." wanita itu melayang ke atas lalu menghilang dan hanya menyisakan esensinya yang menyebar, kebingungan itu membuat Liu Ren bertanya tanya mengapa sosok kuat itu mencarinya, lalu Liu Ren terlempar kembali dan berada di luar lembah, matanya terbelalak mencoba memproses apa yang terjadi, dan mengira itu hanya mimpi.

saat dia termenung dalam apa yang telah dia alami, orang dewasa dan juga Paman Pang Man berlari ke arah Liu Ren. "Nak Ren, apa kau baik baik saja?". suara panik namun tegas itu menyadarkannya dari lamunanya, dia berbalik dan menatap. "Paman Man."

mereka menghampir Liu Ren dan memeriksa keadaan tubuhnya yang tak terluka. "syukurlah kau tidak apa apa... tapi lain kali jangan mengambil resiko untuk pergi ke tempat berbahaya." nada suaranya penuh dengan peringatan dan perhatian bagi Liu Ren. "maafkan aku Paman, ini salahku"

paman Pang Man dan yang lainya hanya bisa mengangguk sambil menggelengkan kepala mereka. "sudahlah, yang terpenting kau baik baik saja, ayo kita pulang, yang lainya sudah menunggu untuk makan siang dan juga meski kau tak terluka kau tetap harus di periksa."

More Chapters